Sepeda, Trend Baru Selama Pandemi Covid-19

Salah satu goweser Bengkulu
Salah satu goweser Bengkulu
Tags

 

BENGKULU,eWARTA.co -- Olahraga bersepeda di tengah Pandemi Covid-19 makin diminati masyarakat. Para Goweser dapat menikmati turun ke jalan setelah pemerintah mengumumkan era New Normal. 

Menanggapi hal tersebut, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan resmi mengeluarkan aturan terkait aktivitas bersepeda. Khususnya untuk mengantisipasi polemik penggunaan masker saat bersepeda hingga keserakahan para goweser saat menguasai jalan. 

Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 59 Tahun 2020 tentang Keselamatan Pesepeda di Jalan, terbit sejak diundangkan tertanggal 14 Agustus 2020. Menteri Perhubungan, Budi Karya dalam peraturan itu menggolongkan sepeda menjadi 2 kategori.

Sepeda untuk kepentingan umum dan kepentingan olahraga. Kepentingan umum dapat digunakan untuk aktifitas sehari-hari seperti ke pasar, sekolah, kantor, dan lainnya. 

Di dalam peraturan tersebut, juga terdapat tujuh jenis persyaratan keselamatan saat goweser berada di jalan seperti spakbor, bel, sistem rem,  lampu, alat pemantul cahaya berwarna merah, alat pemantul cahaya roda berwarna putih atau kuning, dan pedal.

Rizki (22) goweser untuk kepentingan olahraga mengatakan, Peraturan tersebut dapat mengintervensi pemerintah daerah untuk membuat lahan parkir khusus. 

"Kalo sudah ada regulasi yang mengatur, harusnya ada fasilitas yang mendukung. Kalo mau parkir belum ada yang khusus sepeda. Semoga dapat terealisasi," ujar Rizki.

Pentingnya untuk bersepeda selama pandemi juga pernah dianjurkan Badan Kesehatan Dunia (WHO). WHO bahkan merilis panduan teknis tentang beraktivitas selama pandemi coronavirus. Dalam panduan tersebut WHO menganjurkan masyarakat untuk bersepeda dan berjalan kaki guna menghindari kontak fisik, serta memperlambat pandemi.

Sambil tetap menjaga jarak, kedua olahraga itu bisa memenuhi persyaratan minimum untuk aktivitas harian. Apalagi pandemi coronavirus membuat olahraga dan kegiatan rekreasi dibatasi. WHO juga mengeluaran panduan teknis kepada masyarakat yang biasa menggunakan transportasi umum seperti bus, kereta api, kapal feri, taksi hingga trem. 

Menurut David Nieman, profesor kesehatan di Appalachian State University dan direktur Human Performance Lab di North Carolina Research Campus, bersepeda di luar rumah aman, selama kita sendirian. 

Rencana terbaik untuk bersepeda saat ini yaitu mengendarai sepeda sendirian dan menikmati alam bebas di daerah yang tidak padat. Lalu, cobalah mengatur waktu olahraga, apakah rute yang akan dilalui ramai orang atau tidak. Aktivitas selama 30 - 60 menit dalam waktu sedang hingga cepat dapat membantu sistem kekebalan tubuh demi mencegah infeksi virus. 

Lalu, haruskah memakai masker saat bersepeda? Mengenakan masker atau pelindung wajah saat bersepeda serta menjaga jarak setidaknya 1,5 meter dari orang lain dapat membantu mengurangi risiko.

Reporter : Lica Veronika