BENGKULU, ewarta.co -- Pasca menghirup udara bebas, Mantan Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti (RM) menggelar syukuran keluarga dan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur telah menghirup udara bebas, sukacita bercampur air mata menghiasi acara yang dihadiri keluarga dan orang dekat beliau baik dari Bengkulu hingga dari Kabupaten yang ada di Provinsi Bengkulu.
Dalam kesempatan ini, Ridwan mukti, mengisahkan perjalanan singkatnya memimpin Provinsi Bengkulu hingga akhirnya terjerat kasus rasuah di KPK. Beliau menjelaskan bahwa dirinya dijebak.
"Dalam kesempatan ini saya mau menyampaikan permintaan maaf kepada sanak keluarga dan terkhusus masyarakat Bengkulu, sebenarnya sudah 2 kali saya mau dijebak, pertama ketika sebelum hari raya pertama saya memimpin Bengkulu, kedua ketika menggelar pernikahan anak sulung nya di 2 moment tersebut alhamdulillah masih di beri keselamatan.
Di moment ketiga saya tidak bisa berbuat apa - apa. Karena saya lupa untuk mengontrol istri saya. Akhirnya jebakan ditujukan melalui istri saya.
Dalam Kesempatan ini, banyak simpatisan yang hadir meminta Ridwan Mukti untuk kembali maju menjadi Gubernur Bengkulu. Untuk menuntaskan program program strategis yang telah di canangkannya ketika memimpin Bengkulu. sebut saja pembangunan Tol Bengkulu - Lubuk Linggau yang pembangunan mandek, gedung baru bandara Fatmawati yang tak kunjung di operasikan hingga program pembangunan pelabuhan pulau bai sebagai salah satu pelabuhan penghubung ke manca negara, mereka menilai di era Gubernur sekarang tidak ad progres pembangunan.
Kami sangat terharu dan senang melihat pak Ridwan dan yakin bahwa beliau memang di jebak oleh lawan politiknya. Jadi berharap beliau kembali maju menuntaskan apa yang beliau mulai, ini berdasarkan yang kami rasakan sebagai masyarakat Bengkulu,di era Gubernur sekarang. Tidak ada program terobosan yang wah seperti zaman RM ini. Mungkin karena tidak memiliki relasi di pusat seperti pak RM yang piawai menjemput anggaran kepusat.









