BENGKULU,eWARTA.co -- MS salah satu pelajar Sekolah Menengah Atas di Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) yang viral lantaran unggahannya menghina kondisi Negara Palestina di Aplikasi Tiktok hari ini resmi dipanggil pihak sekolah.
Ia datang bersama orang tuanya dinanti pihak komite sekolah, dinas pendidikan, TNI, Polri, bahkan anggota DPRD setempat dan para pemuka agama.
Disertai isak tangis dari orangtuanya, MS menjalani sidang sekolah menentukan kelanjutan masa studinya.
Tujuannya untuk sama-sama mencari solusi terkait kasus MS yang dianggap tidak pantas untuk dilakukan itu.
Nampak juga masyarakat yang ingin protes ramai menunggu di luar.
Menyikapi hal itu, Kepolisian Daerah (Polda) Bengkulu melalui Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Masyarakat (Humas) Kombes Pol Sudarno mengimbau agar masyarakat lebih selektif dalam menerima, mencerna dan menggunakan setiap aplikasi yang sedang tren saat ini.
"Seluruh masyarakat harus lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Sebelum upload konten harus dipikirkan terlebih dahulu apakah konten itu membawa dampak negatif atau tidak, merugikan orang lain atau tidak, karena begitu kita publis maka konten atau tulisan itu sudah tidak bisa kita tarik kembali," kata dia. (Bisri)









