BENGKULU, ewarta.co -- Pasca diberlakukan sistem buka tutup jalan di kawasan Danau Dendam Bengkulu membuat Perkonomi Pedagang di Danau Dendam menjadi terhambat. Sebàb, mayoritas pedagang Danau Dendam yang berjualan di sekitar lokasi tersebut merupakan Pedagang yang bergantung kehidupanya dari hasil Jajakan daganganya.
Anggota DPŔD Provinsi Bengkulu Dapil Kota Bengkulu, Sumardi mengatakan, selama sistem buka tutup jalan di berlakukan Kontraktor diminta untuk memesan makan dan minum dari pedagang kawasan Danau Dendam.
"Kita minta ķepada pihak kontraktor semacam makan minum untuk tenaga yang bekerja disana dari pedagang Ďanau Dendam. Jadi Sistemnya bergantian, misalnýa hari ini Makan dan Minum dari warung A yang menyediakan, Besoknya warung B menyediakan," Ujarnya.

Selain itu, sumardi juga mengharapkan pekerjaan Mega Proyek yang berada dikawasan Danau Dendam tersebut juga dapat sesuai waktu yang ditetapkan.
"Ya kita juga sudah kordìnasi dengan pemda dan kontraktor agaŕ proyek tersebut sesuai tepat waktu," tutupnya. (Re/adv)









