BENGKULU,eWARTA,co -- Skema penyaluran dana COVID-19 fokus pengaman jaring sosial hasil refocusing anggaran tak lagi disalurkan seperti tahun sebelumnya yakni dengan bagi-bagi sembako.
Di Provinsi Bengkulu, dana COVID-19 sebesar Rp851,872 lebih miliar diperuntukan tiga fokus yang sama yakni penanganan kesehatan, jaring pengaman sosial, dan pemulihan ekonomi nasional.
Namun dijelaskan Kepala Badan Pengawas dan Keuangan (BPKP) Provinsi Bengkulu Iskandar Novianto, anggaran sebanyak itu tak lagi disalurkan melalui bagi-bagi sembako melainkan lebih banyak direaisasikan untuk keperluan penanganan COVID-19 seperti vaksinasi dan operasional kesehatan serta memperkuat sektor usaha mikro kecil menengah (UMKM).
“Penggunaan dana COVID-19 menyesuaikan permasalahan terkini di daerah baik berkolaborasi dengan program pemerintah untuk pemulihan ekonomi,” kata Iskandar, Jumat (18/6/21).
Iskandar mengungkap alasan fleksibel penggunaan dana COVID-19 terhadap penanganan pandemi mengacu pada kebutuhan daerah yang sebelumnya banyak digunakan sebagai jaring pengaman sosial atau ketahanan pangan namun saat ini berproses pada pemulihan sektor ekonomi terdampak.
Sehingga lanjut dia, baik penggunaan dari hasil refocusing dan bantuan pusat, lebih disalurkan kepada UMKM juga penggunaan vaksinasi.
"Jadi apabila persoalannya masih sama dengan tahun lalu, setiap daerah boleh menggunakannya untuk keperluan yang sama. Tapi kalau sudah ada perubahan, penggunaannya bisa menyesuaikan dengan program pemerintah," kata Iskandar.
Monitoring realisasi dana COVID-19 di Bengkulu
Dari monitoring BPKP total dan realisasi anggaran COVID-19 di Bengkulu per 28 Mei 2021 yakni;
1. Provinsi Bengkulu dengan anggaran total sebesar Rp193,437,921,391 terealisasi Rp12,850,308,680.,
2. Kota Bengkulu Rp57,523,911,996 terealisasi Rp4,466,893,776.,
3. Kabupaten Bengkulu Selatan Rp68,199,143,015 terealisasi Rp68,199,143,015.,
4. Kabupaten Rejang Lebong Rp46,377,105,161 terealisasi Rp3,106,056,773.,
5. Kabupaten Bengkulu Utara Rp201,989,527,943 terealisasi Rp0.,
6. Kabupaten Kaur Rp132,204,455,248 terealisasi Rp14,595,481,995.,
7. Kabupaten Seluma Rp38,876,863,980 terealisasi Rp1,192,568,689.,
8. Kabupaten Mukomuko Rp14,533,968,101 terealisasi Rp110,318,832..
9. Kabupaten Lebong Rp29,970,569,843 terealisasi Rp5,960,529,130.,
10. Kabupaten Kepahiang Rp34,416,540,880 terealisasi Rp1,417,008,240.,
11. Kabupaten Bengkulu Tengah Rp34,342,027,040 terealisasi Rp0
(Bisri)









