Tekan Inflasi Pasca Lebaran, Pemkab Jember Salurkan Bantuan Pangan untuk 390 Ribu Warga

 

Jember, eWarta.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember resmi memulai penyaluran ribuan ton beras dan minyak goreng bagi 390.744 Penerima Bantuan Pangan (PBP). Penyaluran tahap awal ini diprioritaskan di tiga kecamatan wilayah perkotaan, yakni Kaliwates, Sumbersari, dan Patrang, guna menstabilkan harga kebutuhan pokok.

​Peluncuran bantuan pangan dari pemerintah pusat tahun 2026 ini dilakukan oleh Pemkab Jember bersama Perum Bulog di Gudang Bulog Mangli, Jumat (10/4/2026). Langkah ini diambil sebagai strategi konkret pengendalian inflasi di Kabupaten Jember pasca momentum Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriyah.

​Kepala Bulog Jember, Muhammad Ade Saputra, menjelaskan bahwa pemilihan tiga kecamatan kota sebagai pembuka bertujuan untuk memberi dampak instan terhadap pasar. Kawasan tersebut dinilai paling dekat dengan pusat perbelanjaan, baik pasar tradisional maupun ritel modern.

​"Strategi ini bertujuan memberikan dampak cepat terhadap stabilisasi harga bahan pokok di pasar. Bulog telah menyiapkan sekitar 8.000 ton beras untuk alokasi Februari dan Maret, serta stok minyak goreng dalam jumlah besar," ujar Ade.

​Ia juga mencatat bahwa meskipun jumlah penerima di Jember mencapai 390.744 orang, angka ini mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya di Jawa Timur.

​Di sisi lain, Bulog melaporkan capaian positif dalam penyerapan gabah petani. Hingga awal April 2026, serapan gabah kering panen telah menyentuh angka 198.000 ton. Hal ini berbanding lurus dengan membaiknya harga gabah di tingkat petani.

​Harga Awal Tahun: Rp6.100 per kilogram.

​Harga Saat Ini: Rp6.700 – Rp8.000 per kilogram (tergantung varietas).

​Ade menegaskan bahwa distribusi bantuan dilakukan secara bertahap agar tidak merusak harga di tingkat produsen saat masa panen raya. "Jangan sampai penyaluran bantuan justru menekan harga gabah petani. Distribusi kita atur sedemikian rupa agar tetap seimbang," tegasnya.

​Bupati Jember, Gus Fawait, menilai bantuan pangan ini adalah langkah strategis untuk meringankan beban masyarakat setelah masa puncak konsumsi (peak season) Lebaran.

​"Setelah Ramadan dan Idul Fitri, biasanya terjadi tekanan inflasi. Bantuan ini diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat," ungkap Gus Fawait.

​Selain fokus pada distribusi pangan, Bupati juga menyampaikan langkah antisipatif terhadap tantangan iklim. Pemkab Jember mulai memperkuat infrastruktur pertanian, seperti irigasi dan pompa air, guna menghadapi potensi ancaman El Nino yang diprediksi muncul setelah musim hujan berakhir.

​Penyaluran bantuan pangan ini ditargetkan rampung secara menyeluruh pada akhir Mei 2026 dengan pengawalan dari pihak TNI dan Polri. (Adv)

​Penulis: Hafit

Foto: Bupati Jember, Gus Fawait, saat peluncuran penyaluran bantuan pangan di Gudang Bulog Mangli.