Telan Anggaran 6.8 M, Proyek Air Mancur Kolam Makale Dibiarkan Terbengkalai

Penampakan dan kondisi Air Mancur Kolam Makale dibiarkan terbengkalai meskipun telah menelan anggaran 6.8 Milyar
Create: Mon, 03/06/2019 - 21:57
Author: Redaksi

 

SULSEL, ewarta.co - Proyek pembangunan air mancur kolam Makale, ibukota Kabupaten Tana Toraja(Tator), Sulawesi Selatan (Sulsel), sampai sekarang belum bisa berfungsi.

Proyek senilai Rp 6,8 Milliar tersebut, dikerjakan dengan 3 item, yaitu ada 2 item di tahun 2017 dan 1 item di tahun 2018.

Hal ini diungkapkan sumber yang tak mau dipublikasikan namanya, Informan mengatakan ini baru satu item yang berfungsi dengan anggaran yang tak main-main itupun hanya sekali-kali difungsikan.

"Sementara dua item belum difungsikan," ujarnya pada media ini, Senin (3/6/2019) sore.

Dia membeberkan secara detail bahwa anggaran dari tiga item proyek air mancur kolam Makale itu, sambil menunjuknya.

Yang pertama itu di depan rumah jabatan (rujab) Wakil Bupati Tana Toraja dengan anggaran Rp 1,9 milliar lebih, dan air mancur dibagian tengah model melingkar itu senilai Rp  2,2 milliar lebih.

"Di tahun 2018 telan anggaran uang Negara lagi Rp 2,7 milliar," tuturnya, seraya menambahkan proyek yang menelan anggaran Rp 6,8 milliar lebih jadi mubazir dan terkesan asal dikerja saja.

Proyek ini diduga berkasus dan telah dilaporkan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi-Selatan pada hari Senin (21/5/2019).

Menurut Kepala Seksi penerangan hukum(Kasi Penkum) Kejati Sulsel, Salahuddin dikonfirmasi membenarkan adanya laporan LSM Pembela Rakyat (Perak) Sulsel.

Sang informan itu, mempertanyakan manfaat dari proyek ini dibangun. Toh, tidak ada gunanya. Sebab, tidak bisa difungsikan.

”Intinya, anggaran bisa saja terserap meski itu tidak memiliki asas manfaat belum lagi proyek ini terkesan dikerjakan asal-asalan,” ujarnya.

Sejumlah masyarakat yang ada di Kabupaten Tana Toraja menyesalkan pembangunan proyek air mancur di kolam Makale ini yang diduga kuat telah dimarkup anggarannya oleh pihak kontraktor.

Proyek ini bahkan ditengarai melibatkan adik kandung Ketua Golkar Kabupaten Toraja Utara (Torut) Sulsel, yakni Dedi Palimbong, ada juga kontraktor yang kerjakan proyek tersebut, seperti Edi Parura dan Theofilus Limongan.

Ketika dihubungi mantan Kepala Dinas (Kadis) PU Tana Toraja (YD) Pamara belum bisa memberikan keterangannya.(YS)