BENGKULU,eWARTA.co -- Kelangkaan gas 3 kilogram di tengah masyarakat sepekan terakhir menjadi sorotan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bengkulu Hefrizal Afriansyah.
Efrizal mengatakan hal ini disebabkan banyaknya masyarakat umum yang turut menggunakan gas subsidi. Padahal pemerintah telah menetapkan bahwasanya gas ini ditujukan kepada masyarakat miskin dan usaha mikro kecil menengah (UMKM) saja.
"Kesulitan yang dialami masyarakat untuk mencari gas sudah menjadi hal biasa karena memang kondisinya semua kalangan menggunakan gas ini. Padahal persedian hanya untuk UMKM dan masyarakat miskin saja," katanya, Kamis (11/11/21).
Dalam kasus ini, Anggota Komisi 2 ini mengungkap harus ada kebijakan yang sejalan dengan program pengadaan gas subsidi untuk masyarakat miskin.
“Kami minta ini supaya diadakan pengawasan yang ketat, bahwa yang bisa membeli gas itu memang berkategori miskin. Untuk mengakumulasikannya nanti coba kita panggil Dinas Perindustrian dan Perdagangan,” kata Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.
Lebih lanjut, Herizal menjelaskan bahwa selama ini gas melon ini dijual bebas di setiap warung, sehingga wajar jika pemerintah tidak bisa memantaunya.
"Nanti akan diusahakan dibuat formasinya, diberi merek atau seperti kartu miskin. Ini yang harus segera dilakukan pengawasan. Kalau seperti ini pengawasannya tidak akan maksimal,” ujar Herizal. (Bisri)









