Tuntut Tiga Kades Diaktifkan, Massa Pendemo Ancam Duduki Kantor Bupati Seluma

Massa pendemo saat menyampaikan orasinya di pintu masuk kantor Bupati Seluma.
Massa pendemo saat menyampaikan orasinya di pintu masuk kantor Bupati Seluma.
Create: Thu, 07/02/2020 - 16:21
Author: Redaksi

 

BENGKULU, eWARTA.co - Tindakan Bupati Seluma, Bundra Jaya yang menonaktifkan sementara tiga kepala desa di Kecamatan Semidang Alas Maras (SAM) Kabupaten Seluma yakni Desa Ujung Padang, Gunung Kembang dan Padang Kelapo berbuntut panjang.

Kamis (2/07/20) pagi sekitar 200 massa dari tiga desa yang tergabung dalam Aliansi Seluma Bersatu menggelar aksi demo ke Kantor Bupati Seluma, menuntut Bupati Seluma mengaktifkan kembali tiga kades yang telah dinonaktifkan sementara.

Aksi demo berjalan damai dan kondusif dengan dikawal ketat dua peleton personil kepolisian dari Polres Seluma dan Satpol PP Seluma.

Massa menyampaikan aspirasinya dengan meminta agar Bupati Seluma menerapkan Permendagri Nomor 67 Tahun 2017 dan Perbub Nomor 33 Tahun 2018.

Jacky Haryanto perwakilan masa saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa tindakan Bupati Seluma menonaktifkan tiga kades ini dinilai sebagai perbuatan semena-mena yang hanya membuat keresahan di masyarakat.

Selain itu penonaktifan tiga kades ini dinilai menyalahi aturan, sehingga Bupati Seluma harus segera mengaktifkan kembali tiga kades di Kecamatan SAM tersebut.

"Kami minta bupati mengaktifkan kembali tiga kades saat ini juga. Jangan hanya membuat keresahan di masyarakat," ujar Jacky.

Menanggapi tuntutan warga ini, sembilan perwakilan massa diterima untuk dilakukan negosiasi. Namun perwakilan warga ini pun kecewa lantaran yang menemui dan memimpin rapat bukanlah Bupati Seluma, yakni Kepala Bappeda Seluma, Supratman bersama Asisten 1, Mirin Ajib, Kabag Hukum Nurfadlyah dan Asisten III, Marhakadinata.

"Jadi mohon maaf, pak Bupati tidak dapat berada ditengah kita, beliau sedang menghadiri rapat partai di Bengkulu, jadi silahkan sampaikan tuntutannya," ucap Supratman.

Penjelasan pimpinan rapat ini membuat gaduh ruang rapat. Perwakilan massa meminta, jika perwakilan Bupati ini tidak dapat memutuskan maka harus Bupati Seluma yang menemui mereka. Sehingga usai menyampaikan tuntutannya, perwakilan massa ini langsung meninggalkan ruangan rapat dan bergabung kembali dengan massa yang menunggu di pintu masuk utama Kantor Bupati Seluma.

"Kami tidak akan pulang jika Bupati belum menemui kami dan mengaktifkan kembali tiga kades yang telah dinonaktifkan ini," terang Jacky.

Menanggapi ini Pimpinan Rapat Supratman mengatakan belum dapat memutuskan tuntutan warga tersebut. Pihaknya masih akan menggelar rapat dan menyampaikan ini kepada Bupati Seluma. Sebab keputusan ada di tangan Bupati, mengikuti atau menolak tuntutan warga tiga desa ini.

"Terus terang, sangat kami sayangkan tindakan perwakilan warga ini meninggalkan rapat. Namun demikian setelah ini kami akan menggelar rapat dan menyampaikan ini kepada Bupati. Apapun keputusannya nanti akan kami sampaikan," sampai Supratman.

Aksi demo masih berlangsung. Massa terus berkumpul dan menunggu, berharap Bupati akan menemui dan memenuhi tuntutan yang telah mereka sampaikan.

Semntara itu, ditengah berlangsungnya aksi demo, perwakilan dari ke tiga desa kembali di pangil untuk mengelar rapat.

Namun masi mengalami deat clock, "Kami telah mengajukan tuntutan kmi untuk kembali mengaktifkan kades kami,jadi aksi akan tetap kami gelar" tegas jacky.

Karena tuntutan ini belum menemui hasil maka perwakilan dari ketiga desa kembali lagi ke tengah-tengah masa yang sedang melakukan aksinya, dan kembali menyampaikan orasinya menuntut pengaktifpan kembali kepala desa serta menonaktifkan kembali perangkat lama yang telah di aktifkan bupati Seluma.

Hinga berita ini diturunkan masa dari ketiga desa masi menggelar aksinya di depan kantor Bupati Seluma. (Nor)

Obb