Unib Perkuat Kader Kesehatan Kemumu untuk Cegah Penyebaran DBD

Create: Wed, 08/07/2026 - 19:27
Author: Admin 3
Tags

 

Bengkulu Utara, eWarta.co – Universitas Bengkulu (Unib) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) memperkuat kapasitas kader kesehatan di Kelurahan Kemumu, Kecamatan Arma Jaya, Kabupaten Bengkulu Utara, dalam upaya pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD). Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang melibatkan dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) serta Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).

Sosialisasi yang digelar di Aula Kantor Kelurahan Kemumu, Selasa (7/7/2026), diikuti 34 peserta yang terdiri dari perangkat kelurahan, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, dan kader Posyandu. Peserta dibekali pengetahuan mengenai pencegahan DBD sekaligus didorong menjadi penggerak penerapan pola hidup bersih dan sehat di lingkungan masing-masing.

Tim pengabdian diketuai Dr. dr. Enny Nugrahaeni, M.Biomed, dengan anggota dr. Syeri Febrianti, M.Epid, dan Yessilia Osira, S.Sos., M.P. Kegiatan tersebut juga melibatkan mahasiswa sebagai implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi di bidang pengabdian kepada masyarakat.

Lurah Kemumu, Wiskarmadi, S.IP., mengapresiasi kontribusi Universitas Bengkulu dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan DBD. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk menekan penyebaran penyakit tersebut.

"Demam Berdarah Dengue masih menjadi salah satu persoalan kesehatan di Kelurahan Kemumu. Karena itu, diperlukan kerja sama seluruh pihak agar upaya pencegahan dapat berjalan lebih optimal," ujarnya.

Ketua tim pengabdian, Dr. Enny Nugrahaeni, mengatakan kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader kesehatan agar mampu menjadi motor penggerak pencegahan DBD di tingkat keluarga dan lingkungan.

Ia mengungkapkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Tahun 2024, Kabupaten Bengkulu Utara menempati peringkat keempat jumlah kasus DBD tertinggi di Provinsi Bengkulu. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya peningkatan edukasi dan partisipasi masyarakat dalam mencegah penyebaran penyakit.

"Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat sehingga mampu bersama-sama mencegah DBD serta menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat," katanya.

Selain edukasi mengenai penyebab, gejala, dan cara penularan DBD, peserta juga mendapatkan materi mengenai langkah-langkah pencegahan, seperti pemberantasan sarang nyamuk, menjaga kebersihan lingkungan, memelihara ikan pemakan jentik, menggunakan losion antinyamuk, serta memanfaatkan tanaman serai merah (Cymbopogon nardus) sebagai pengusir nyamuk alami.

Materi disampaikan oleh dr. Syeri Febrianti, M.Epid., yang juga mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap keberadaan nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor utama penyebab DBD.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan diskusi antara narasumber dan peserta mengenai kondisi DBD di lingkungan masing-masing. Sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan pencegahan berbasis masyarakat, tim pengabdian Universitas Bengkulu turut menyerahkan bibit serai merah kepada kader Posyandu untuk dibudidayakan di pekarangan rumah maupun fasilitas umum.

Melalui program ini, Universitas Bengkulu menegaskan komitmennya untuk menghadirkan ilmu pengetahuan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat upaya pencegahan DBD sekaligus menekan angka kasus penyakit tersebut di Kabupaten Bengkulu Utara.