Unib Siapkan Program Profesi Apoteker, Lengkapi Pendidikan Farmasi di Bengkulu

Tags

 

BENGKULU, eWarta.co – Universitas Bengkulu (Unib) terus melakukan pengembangan di bidang akademik dengan mengajukan pembukaan Program Studi Profesi Apoteker. Program tersebut diusulkan pada 2026 dan ditargetkan mulai menerima mahasiswa baru pada tahun akademik 2027 apabila seluruh tahapan perizinan telah disetujui.

Rektor Universitas Bengkulu, Prof. Dr. Indra Cahyadinata, S.P., M.Si., mengatakan saat ini Unib telah memiliki dua jenjang pendidikan farmasi, yakni Program Diploma III (D3) dan Program Sarjana (S1) Farmasi yang masih berada di bawah Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA). Kehadiran Program Profesi Apoteker nantinya akan melengkapi jenjang pendidikan tersebut.

"Kita sekarang sudah punya D3 Farmasi, punya S1 Farmasi, dan sekarang sedang mengusulkan Profesi Apoteker. Pengusulan ini baru kita ajukan pada tahun 2026 dan mudah-mudahan tahun depan sudah bisa menerima mahasiswa profesi apoteker," ujar Indra, Kamis (23/7/2026).

Menurut Indra, pembukaan Program Profesi Apoteker merupakan bagian dari rencana besar pengembangan pendidikan farmasi di Unib. Setelah tiga program studi tersedia, pihak kampus akan mengupayakan pembentukan Fakultas Farmasi agar pengelolaan pendidikan dapat dilakukan secara lebih mandiri.

"Kalau nanti sudah ada tiga prodi, kita akan merencanakan Farmasi menjadi fakultas sendiri. Tetapi itu dilakukan setelah program profesi berjalan dan mampu melahirkan apoteker dari Universitas Bengkulu," kata Indra.

Ia menilai keberadaan program profesi tersebut sangat dibutuhkan karena selama ini lulusan S1 Farmasi Unib harus melanjutkan pendidikan profesi ke perguruan tinggi di luar Bengkulu. Dengan adanya program baru, lulusan dapat menyelesaikan seluruh jenjang pendidikan di daerah sendiri tanpa harus keluar provinsi.

"Kita ingin alumni-alumni yang kita hasilkan mengambil profesi apoteker di Universitas Bengkulu. Bahkan alumni farmasi dari luar daerah juga kita harapkan bisa melanjutkan pendidikan profesinya di sini," ujar Indra.

Selain memberikan kemudahan bagi lulusan, pembukaan Program Profesi Apoteker juga diharapkan mampu memenuhi kebutuhan tenaga kefarmasian di Bengkulu yang terus meningkat. Unib optimistis program ini akan menjadi salah satu penguat kualitas sumber daya manusia di sektor kesehatan sekaligus memperluas akses pendidikan profesi bagi masyarakat.

"Sama seperti lulusan kedokteran yang ingin melanjutkan profesi dokter, lulusan Sarjana Farmasi juga pasti ingin melanjutkan ke profesi apoteker. Kami memerlukan dukungan semua pihak, termasuk rekan-rekan media, agar cita-cita baik ini bisa segera terwujud," tutur Indra.