Warga Berunjuk Rasa Buntut Kedatangan Pesulap Merah di Padepokan Nur Dzat Sejati Blitar

Create: Sun, 31/07/2022 - 21:47
Author: Redaksi

 

Blitar, eWarta.co - Warga Desa Rejowinangun beramai - ramai mendatangi padepokan Nur Dzat Sejati yang berada di Desa Rejowinangun Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar hari ini Minggu (31/7/2022) warga meminta padepokan tersebut ditutup.

Ratusan warga merangsek menuju padepokan sambil meneriakan seruan tutup, tutup, tutup. Sejumlah aparat kepolisian dari Polres Blitar turut mengamankan di lokasi. Tampak pintu gerbang padepokan yang semula terbuka langsung ditutup dan dijaga beberapa orang berseragam Banser dari pihak padepokan.

Situasi semakin memanas saat warga terus meneriakan seruan tutup padepokan, tiba tiba dalam gerbang padepokan terdengar gebrakan pintu sehingga warga pun tersulut emosi membalas dengan mendorong dorong gerbang padepokan, keadaan pun hampir tak terkendali.

Baliho didepan padepokan yang bergambar Gus Samsudin pun jadi amukan massa. Atas kesigapan petugas keamanan dari kepolisian keadaan dapat terkendali.

Dalam hal ini,  Warga sekitar Padepokan Nur Dzat Sejati yang yang tidak mau di sebut namanya mengatakan persoalan atau urusan padepokan dan pesulap merah warga sekitar tidak ikut campur dikarenakan bukan urusan warga desa Rejowinangun, yang penting padepokan di tutup." Kata warga kepada beberapa wartawan.

Dalam unjuk rasa tersebut banyak warga desa Rejowinangun menyampaikan bahwa kegiatan yang di laksanakan di dalam Padepokan tersebut sudah meresahkan. Maka warga minta padepokan Nur Dzat Sejati di tutup.

Kepala Desa Rejowinangun Bagas Wigasto di hadapan warganya, pengunjuk rasa mengatakan dengan tegas bahwa Padepokan demi keamanan, ketertiban dan kenyaman warga sekitar, mari kita tabayyun. Untuk Padepokan kita nyatakan di tutup.” Tegas Bagas.(Bas)