Warga NU Bengkulu Rayakan IdulFitri 1444 Hijriah

Create: Sat, 22/04/2023 - 10:20
Author: Redaksi

 

BENGKULU, eWarta.co -- Warga Nahdhatul Ulama (NU) Desa Arga Jaya Kecamatan Air Rami Kabupaten Mukomuko Bengkulu merayakan Hari Raya IdulFitri 1444 Hijriah sejak Jumat (21/4) hingga Sabtu (22/4).

Perayaan dilaksanakan dengan Malam Takbiran dan pagi harinya menggelar Shalat IdulFitri di lapangan Masjid At Taqwa.

Shalat IdulFitri diikuti ratusan jemaah diimami Ustaz H Tunggang Siregar merangkap sebagai khatib.

Ibadah IdulFitri diawali dengan pelaksanaan shalat sunah dua rakaat, dilanjutkan dengan ceramah. Ustaz Tunggang dalam ceramahnya menyampaikan tiga pesan yang diampuni dalam momentum IdulFitri. 

Menurutnya, Ramadan adalah sarana untuk beribadah membersihkan diri. Rugilah manusia yang tidak melaksanakan ibadah selama bulan Ramadan. 

"Rugilah orang yang menyia-nyiakan kesempatan di Bulan Ramadan, padahal tidak ada jaminan kesehatan, jaminan hidup di Ramadan selanjutnya," pesannya.

Namun demikian, ibadah tidak akan diterima selama manusia masih memiliki dosa kesalahan terhadap sesama.

"Ada tiga dosa yang tidak Allah maafkan, bila manusia masih memiliki kesalahan atas masa lalunya, durhaka dengan orang tua. Karenanya momentum IdulFitri selalu diselingi dengan halal bi halal atau saling bermaafan," kata Tanggang.

Keberkahan hidup juga berdasarkan doa orang tua. Akan berkah hidup seseorang jika mendapat doa dari orang tuanya.

"Karenanya ini kesempatan untuk berminta maaf kepada orang tua. Sebab tidak akan diterima amal perbuatan manusia selama masih memiliki dosa kepada orang tua, seperti doa malaikat Jibril kepada Allah," ujar Tanggang.

Pesan kedua, ketaatan istri terhadap suami. Tidaklah diterima ibadah seorang istri bila masih tidak taat, durhaka kepada suami hanya karena masalah perekonomian maupun masalah lainnya.

"Murka suami, murka Allah juga. Banyak istri yang gagal masuk surga hanya karena tidak mendapatkan ridha dari suami. Begitupun sebaliknya, suami tidaklah diizinkan untuk mengasari tingkah laku istri. Namun harus dibina, diarahkan dengan kelembutan hati," ungkap Tanggang.

Pesan ketiga, tidaklah baik selisih paham antar handai taulan dan antar kerabat, karenanya adalah kesempatan baik IdulFitri untuk melapangkan permintaan maaf. 

"Tidak akan masuk surga manusia bila masih saling bermusuhan, masih memiliki dosa kepada saudaranya. Bulan Syawal adalah bulan silaturahmi. Mudah-mudahan, apabila maaf terlaksana, Allah akan mensucikan diri kita, Allah akan membersihkan kita dari dosa-dosa masa lalu dan masa depan selama setahun kedepan," demikian Tanggang.