100 Guru TK Bengkulu Diperkenalkan Pemanfaatan AI

Create: Tue, 25/08/2026 - 16:50
Author: Admin 3

 

BENGKULU, eWarta.co – Sekitar 100 guru taman kanak-kanak di Kota Bengkulu mengikuti Kelas Kecerdasan Artifisial (AI) Goes To School Mafindo di Gedung Layanan Terpadu Universitas Bengkulu, Senin (24/8/2026). Pelatihan yang digelar Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) Bengkulu tersebut mengarahkan guru menggunakan AI untuk mendukung pembelajaran secara aman dan bertanggung jawab.

Peserta dari Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Kota Bengkulu dan sejumlah lembaga pendidikan mendapat materi penggunaan prompt, etika AI, hingga pemanfaatan berbagai platform untuk membuat media pembelajaran. Materi juga mencakup pengelolaan kelas serta penggunaan AI untuk membantu pekerjaan administrasi pendidikan.

PIC AI Goes To School Mafindo Bengkulu, Rafinita Aditya, mengatakan perkembangan teknologi membuat guru perlu memahami cara menggunakan AI dengan tepat. Menurutnya, AI seharusnya menjadi alat bantu yang memperkuat kreativitas guru, bukan menggantikan peran pendidik.

“Kecerdasan artifisial bukan untuk menggantikan peran guru, tetapi menjadi mitra baru yang membantu guru menciptakan pembelajaran yang lebih kreatif, efektif, dan bermakna,” ujar Rafinita. Ia menambahkan guru tetap menjadi pihak yang menentukan penggunaan teknologi dalam proses pendidikan.

Trainer AI Goes To School Mafindo, Gushevinalti, menjelaskan bahwa kemampuan menyusun prompt menjadi salah satu hal penting dalam penggunaan AI. Instruksi yang jelas, spesifik, dan memiliki konteks akan membantu menghasilkan keluaran yang lebih sesuai dengan kebutuhan.

“AI bekerja berdasarkan instruksi yang diberikan. Karena itu, pengguna perlu memahami bagaimana membuat prompt yang jelas, spesifik, dan memiliki konteks agar hasil yang diperoleh lebih optimal,” jelas Gushevinalti.

Selain teknik menyusun prompt, peserta juga mendapat materi mengenai etika penggunaan AI. Gushevinalti mengingatkan guru untuk memverifikasi informasi, menjaga privasi data, dan tidak menggunakan hasil AI tanpa melakukan pemeriksaan.

Trainer lainnya, Iyud Dwi Mursito, memberikan praktik penggunaan sejumlah platform AI untuk membuat media pembelajaran. Peserta mencoba membuat musik edukasi melalui Suno AI, konsep permainan edukasi, pengelolaan materi menggunakan NotebookLM, serta desain visual dengan Canva AI.

“Guru tidak harus memiliki kemampuan pemrograman untuk memanfaatkan AI. Saat ini banyak platform yang memungkinkan guru membuat media pembelajaran kreatif, mulai dari musik, gambar, video, hingga permainan edukasi dengan lebih mudah,” kata Iyud.

Ketua IGTKI Kota Bengkulu, Yuliyani Herita, menilai pelatihan tersebut sesuai dengan kebutuhan guru TK di tengah perkembangan teknologi. Ia berharap pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam kegiatan pembelajaran di kelas.

“Pelatihan ini sangat luar biasa karena memang dibutuhkan oleh para guru taman kanak-kanak. Ilmu kecerdasan artifisial yang kami dapatkan hari ini sangat berguna dan bermanfaat untuk kami implementasikan di ruang-ruang kelas,” ujar Yuliyani.

Peserta dari TK Dharma Wanita Persatuan Provinsi Bengkulu, Deni Fitri Asri, mengatakan pelatihan tersebut memberikan tambahan pengetahuan bagi guru dalam mendukung pembelajaran anak usia dini. Ia berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan karena masih banyak guru yang membutuhkan pemahaman mengenai AI.

Sementara itu, Dedi Kurniawan dari TK Negeri Pembina 1 Bengkulu mengatakan guru sudah mulai menggunakan sejumlah aplikasi berbasis AI untuk mendukung pekerjaan. Canva AI dan CapCut AI, misalnya, digunakan untuk membuat poster, video, serta kebutuhan pembelajaran.

Program AI Goes To School merupakan inisiatif MAFINDO yang didukung sejumlah mitra, termasuk Google.org, AVPN, dan Asian Development Bank (ADB). Melalui kegiatan tersebut, MAFINDO Bengkulu mendorong guru memanfaatkan AI secara bijak agar teknologi dapat mendukung pembelajaran yang kreatif dan sesuai kebutuhan peserta didik.