Rejang Lebong, eWarta.co - Akademi Komunitas Negeri (AKN) Rejang Lebong menggelar diseminasi hasil riset Katalisator Berdikari yang menampilkan inovasi budidaya perikanan berkelanjutan, di Ballroom Hotel Syakila, Rejang Lebong, Rabu (19/11/25).
Kegiatan yang didukung Direktorat Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi Kemdiktisaintek, Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Bengkulu, serta LPDP ini dihadiri lebih dari 40 peserta dari institusi pendidikan, pemerintah daerah, hingga komunitas pembudidaya ikan. Forum ini menjadi ruang untuk berbagi pengetahuan sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor.
Riset utama yang dipaparkan berjudul “Pemanfaatan Limbah Biomassa Lokal untuk Produksi Pakan Ikan Mandiri”, hasil kolaborasi AKN Rejang Lebong, Politeknik Raflesia, dan Universitas Bengkulu. Penelitian tersebut menghasilkan dua inovasi yang siap diterapkan di lapangan: formulasi pakan ikan ekonomis berbasis limbah biomassa lokal dan purwarupa mesin produksi pakan mandiri.
Ketua Tim Peneliti Katalisator Berdikari, Muhammad Subhan Hamka, S.Pi., M.Si., menegaskan riset ini menawarkan solusi nyata untuk permasalahan pembudidaya.
“Riset ini menghasilkan dampak ganda: menekan biaya produksi, memanfaatkan limbah secara berkelanjutan, dan memberdayakan komunitas melalui transfer teknologi,” ujarnya. Ia menyampaikan apresiasi atas dukungan Kemdiktisaintek, BRIDA Provinsi Bengkulu, dan LPDP yang memungkinkan riset ini berjalan optimal.
Hamka menambahkan, tim peneliti berkomitmen melanjutkan pendampingan kepada pembudidaya ikan melalui monitoring berkala, pengembangan modul pelatihan, hingga eksplorasi peluang pengembangan skala industri.
Sesi akademis turut menghadirkan Dr. Rahmi Wati, S.E., M.M., dari BRIDA Provinsi Bengkulu. Ia memaparkan strategi pembangunan daerah dan fokus riset dalam RPJMD yang menempatkan sektor pertanian dan perikanan sebagai pilar utama pembangunan. Sementara itu, Akbar Abdurrahman Mahfudz, S.Si., M.Sc., dari Universitas Bengkulu menjelaskan pentingnya riset terapan untuk menjembatani kebutuhan masyarakat dan kebijakan pembangunan.
Direktur AKN Rejang Lebong, Kiky Nurfitri Sari, S.P., M.Si., menilai diseminasi ini menjadi momentum penting untuk menampilkan inovasi dan kontribusi nyata sivitas akademika.
“Program Katalisator Berdikari telah melahirkan ide inovatif di bidang pertanian, peternakan, perikanan, lingkungan, dan kewirausahaan. Para peneliti bukan hanya menghasilkan laporan, tetapi solusi bagi petani, UMKM, desa, dan pelaku industri,” tegasnya.
Dukungan positif datang dari Guru SMK Negeri 3 Rejang Lebong, Nobrayana Harun, S.Pt., yang menilai hasil riset pakan ikan berbahan alam sudah dapat dimanfaatkan masyarakat. Ia mendorong riset berikutnya mengarah pada konsep “ikan organik” untuk meningkatkan nilai jual dan memenuhi tren pangan sehat.
Diseminasi ini turut dihadiri unsur pimpinan AKREL, tim peneliti Katalisator Berdikari, Dinas Pertanian dan Perikanan, Bappeda Rejang Lebong, Dispora, Disdikbud, Cabdin Wilayah II, dosen Politeknik Raflesia, penyuluh perikanan BRPPUPP Palembang, serta guru SMKN 3 Rejang Lebong dan SMKN 6 Kepahiang.
Sebagai bagian dari rangkaian, tiga penelitian internal AKREL juga dipresentasikan.
Pertama, riset Indriati Meilina Sari, S.P., M.Si., tentang kombinasi ozonisasi dan edible coating untuk memperpanjang masa simpan wortel.
Kedua, penelitian pemanfaatan limbah kelapa sawit fermentasi sebagai pakan ayam petelur oleh Kade Wahyu Saputri, S.Pt., M.Sc., yang dipresentasikan Nining Suningsih, S.Pt., M.Si.
Ketiga, riset Ikromatun Nafsiyah, S.Pi., M.Si., mengenai perendaman asap cair untuk meningkatkan mutu kimia dan sensoris produk lele asap.
Ketiga riset ini menggambarkan kapasitas kuat AKREL dalam mengembangkan inovasi di bidang pertanian dan perikanan yang aplikatif dan relevan bagi masyarakat.
Menutup kegiatan, Hamka kembali menegaskan komitmen lanjutan tim riset. Direktur AKREL juga mengajak seluruh pihak untuk terus berkolaborasi demi menghadirkan karya yang memberi manfaat bagi warga Rejang Lebong dan Provinsi Bengkulu.
Kegiatan diseminasi ini diharapkan menjadi pemantik lahirnya riset-riset baru yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan.






