Anggota DPR RI Minta DPRD Provinsi Panggil Direksi Bank Bengkulu

Bank Bengkulu
Bank Bengkulu

 

BENGKULU,eWARTA.co -- Anggota Komisi XI DPR RI, Susi Marleny Bachsin ikut menyoroti permasalahan yang tengah menimpa Bank Bengkulu. Menurut Susi, DPRD Provinsi harus segera melakukan pemanggilan pada direksi Bank Bengkulu untuk membahas hal tersebut. 

“Saya sudah mendengar para wakil rakyat di DPRD Provinsi Bengkulu telah bersuara soal masalah yang dihadapi bank milik Pemerintah Daerah ini. Jadi baiknya memang segera DPRD Provinsi panggil Direksi Bank Bengkulu, untuk membahas masalah di maksud,” kata Susi, Minggu (8/11/2020).

Sebelumnya, Bank Bengkulu terancam turun kasta menjadi Bank Perkreditan Rakyat (BPR), apabila tidak mampu memenuhi modal inti sebesar Rp. 1 triliun pada akhir tahun 2020 ini. Masalah ini, kata Susi, harus diselesaikan bersama-sama.

“Saya harap itu miscomunikasi saja, dan ada solusi terbaik lainnya yang bisa di ambil nantinya,” kata politisi perempuan Gerindra ini.

Lebih lanjut ditambahkan Anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Provinsi Bengkulu ini, untuk mengetahui eksistensi keberadaan Bank Bengkulu ini, pihaknya juga akan mengecek keabsahannya di tingkat pusat.

Mengingat dari informasi bahwa saham Bank Bengkulu, sebagian telah di beli oleh salah seorang pengusaha kondang di Jakarta, perlu di cek kebenarannya, meskipun langkah itu untuk memenuhi modal inti sebesar Rp. 1 triliun.

“Sebagai lembaga pengawas yang mitra kerjanya jajaran keuangan di tingkat pusat dan daerah, sejauh ini memang saya bersifat memantau dulu. Makanya saya minta antara Pemda bersama DPRD dan direksi Bank Bengkulu bisa duduk satu meja, mencarikan solusi terbaiknya. Kemudian isu untuk mengganti Direksi Bank Bengkulu, tentu itu masyarakat yang bisa memberikan penilaian sekaligus menentukannya,” tutup Susi Marleny Bachsin. (red)

Artikel ini telah tayang di rri.co.id dengan judul "Komisi XI DPR RI Sorot Kinerja Bank Bengkulu"