Arjuna, Siswa Beprestasi yang Menderita Ensefalitis Sita Perhatian Gubernur

Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah saat menjenguk Arjuna di Rumah Sakit
Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah saat menjenguk Arjuna di Rumah Sakit

 

BENGKULU,eWARTA.co -- Arjuna Ibnu Fadillah (15), salah satu anggota pramuka terbaik di kota Bengkulu saat ini sedang terbaring sakit di ruang ICCU rumah sakit Rafflesia. Juna sapaan akrabnya didiagnosis penyakit Ensefalitis (Radang Otak) dan peradangan di tulang belakang. 

Mendengar berita ini, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah langsung tergerak untuk menjenguk dan melihat bagaimana kondisi Juna di Rumah Sakit Rafflesia, Jumat (24/7). Setiba di lokasi, Gubernur Rohidin langsung masuk ke ruang ICU untuk melihat kondisi Juna yang sudah dipenuhi beberapa alat bantu, dengan keadaan tidak sadar atau koma. 

"Memang kondisi Juna saat ini sedang tidak sadar (koma). Namun, refleks mata dan mulutnya masih terlihat tadi, ia masih mendengar ketika saya panggil nama dan bilang "terus semangat, juna bisa sembuh", responnya masih ada," ujar Rohidin yang juga sebagai Kamabida di Pramuka.

Di kesempatan ini, Gubernur Rohidin meminta penanganan Arjuna dapat segera dilakukan, dan tim dokter segera merujuk Arjuna ke rumah sakit M. Yunus sebab peralatannya lebih lengkap. 

"Penanganan Arjuna perlu dilakukan secara intensif, malam ini tim dokter musyawarah untuk mempersiapkan segala hal peralatan penunjang agar Arjuna dapat segera dirujuk dan dilakukan CT Scan. Sehingga penanganannya lebih maksimal, karena di RSMY peralatannya lebih lengkap," jelas Gubernur Rohidin.

Terakhir, Rohidin berpesan kepada keluarga untuk bersabar dan optimis bahwa penyakit ini dapat disembuhkan. Dan untuk teman-teman Juna dan keluarga besar Pramuka Bengkulu agar terus mendoakan kondisi Juna agar segera pulih dan kembali aktif di organisasi pramuka. 

"Semoga keluarga diberikan ketabahan dan sabar menghadapi kondisi ini. Tetap tanamkan sikap optimis, dan yakinkan bahwa penyakit ini dapat disembuhkan. Mohon doa dan dukungan dari teman sekolah, organisasi sehingga arjuna dapat cepat sehat seperti sediakala," pungkas Rohidin yang juga pernah menjadi Kwarcab 0701 Bengkulu Selatan pada tahun 2010.

Sementara, Nellywati (Ibu Arjuna) menceritakan sebelumnya Arjuna tidak ada catatan sakit kronis, hanya ia awalnya merasakan sakit demam pada Senin (13/7) lalu, kemudian diberikan obat panas dan Juna sehat kembali. Namun, pada Sabtu, saat Juna tidur siang dan badannya tiba-tiba kejang sejenak, setelah diberi minum kembali normal. Tapi, beberapa saat kembali kejang, saat itulah ibu berinisiatif langsung dibawa ke rumah sakit rafflesia.

"Sebelumnya tidak ada tanda-tanda gejala apapun, hanya juna merasakan demam tapi setelah diberi paracetamol, panasnya langsung turun. Kemudian, pada Sabtu kemarin, tiba-tiba kejang saat tidur siang. Lalu, saya berinisiatif untuk mengecek langsung kondisi juna ke Rumah Sakit dan saat itulah kondisinya mulai drop hingga seperti sekarang," terang Ibu Juna. 

Dalam kondisi ini, Nelly terus meminta support doa, dari teman-teman arjuna di sekolah maupun pramuka. Agar anaknya kembali sehat dan dapat beraktivitas seperti sedia kala. Dan beliau juga mengucapkan terimakasih atas perhatian semua pihak, terkhusus bapak Gubernur Rohidin Mersyah yang sudah memberikan perhatian untuk anak bungsunya ini. 

"Terimakasih kepada semua pihak, teman-teman Pramuka, Sekolah mohon doanya serta untuk tim medis yang sudah membantu proses penyembuhan. Terakhir, 
Terimakasih juga kepada bapak Gubernur Rohidin atas perhatiannya, semoga anak saya dapat segera pulih kembali," ujar Ibu yang memiliki 4 anak ini. (ril)