Atasi Antrean BBM, Pemkab Jember Terapkan Kebijakan WFH ASN dan Sekolah Daring

Create: Wed, 09/09/2026 - 22:14
Author: Redaksi

 

Jember, ewarta.co – Meski antrean kendaraan di SPBU berangsur melandai seiring bertambahnya pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) hingga 35 persen, Pemerintah Kabupaten Jember tetap mengambil langkah darurat. Bupati Jember, Dr. Muhammad Fawait (Gus Fawait), resmi menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pembelajaran daring untuk seluruh jenjang sekolah.

​"Menerapkan langkah sementara ini bertujuan untuk membantu mengurangi mobilitas masyarakat di tengah kendala pasokan BBM," ujar Gus Fawait, Rabu malam (9/9/2026).

​Gus Fawait menjelaskan bahwa dua kebijakan tersebut, yakni WFH bagi ASN Pemkab Jember dan pembelajaran daring untuk semua jenjang sekolah, berlaku mulai Kamis hingga Sabtu (10–12/9/2026). Langkah ini diharapkan dapat menekan kepadatan kendaraan dan menghemat penggunaan BBM selama proses pemulihan distribusi berlangsung.

​Di sisi lain, Gus Fawait memastikan kondisi pasokan BBM di Kabupaten Jember saat ini mulai membaik dan relatif aman.

​“Stok untuk Kabupaten Jember sudah meningkat 35 persen. Kami berharap situasi segera normal kembali sehingga aktivitas masyarakat dapat berjalan seperti biasa,” terangnya.

​Hal senada disampaikan oleh Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Nurul Hafid Yasin. Ia menjelaskan bahwa Pemkab Jember telah mengeluarkan dua Surat Edaran (SE). SE pertama ditujukan kepada seluruh perangkat daerah, termasuk Dinas Pendidikan, untuk melaksanakan tugas dari rumah dan mengarahkan lembaga sekolah menggelar Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

​"Langkah ini diambil untuk mengurangi konsumsi BBM sekaligus mengurai kemacetan di sekitar SPBU sampai distribusi kembali normal," kata Hafid.

​Sementara itu, SE kedua dikirimkan kepada Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Jember dan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Jember. Isinya berupa imbauan agar sekolah-sekolah di bawah naungan kedua instansi tersebut turut menerapkan PJJ.

​Sebelumnya, antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Jember terjadi akibat keterlambatan distribusi BBM dari jalur utama Banyuwangi. Pemkab Jember sendiri telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa SPBU dan berkoordinasi langsung dengan pihak Pertamina untuk menjamin penambahan alokasi pasokan. (Hafit)