BENGKULU, eWarta.co – Upaya menjaga kawasan pesisir Kota Bengkulu melibatkan mahasiswa dan komunitas pecinta alam melalui penanaman mangrove di Kampung Jenggalu Kito, Rabu (30/9/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari program konservasi bahari Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu.
General Manager Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu, Trisna Wijaya, mengatakan keterlibatan berbagai komunitas dalam kegiatan tersebut penting untuk membangun kepedulian terhadap kondisi lingkungan pesisir. Menurutnya, konservasi tidak dapat dilakukan hanya oleh satu lembaga, tetapi membutuhkan peran masyarakat dan kelompok yang berada di sekitar kawasan.
“Pelestarian ekosistem pesisir membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, dunia usaha, komunitas, perguruan tinggi dan masyarakat,” ujar Trisna.
Penanaman mangrove melibatkan karyawan Bandara Fatmawati Soekarno, Serikat DPC Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu, BKSDA Bengkulu, Basarnas Bengkulu, pengurus Kampung Jenggalu Kito serta mahasiswa dan komunitas pecinta alam dari sejumlah perguruan tinggi.
Sejumlah pihak yang terlibat antara lain STIA Bengkulu, Yayasan LATUN, Mahasiswa Pecinta Alam Agra Buana STIA Bengkulu, Mapala Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Universitas Dehasen Bengkulu, Unihaz Bengkulu dan Gerakan Pecinta Alam Gendong Adventure Bengkulu.
Kepala Seksi Konservasi Wilayah II BKSDA Bengkulu, Mariska Tarantona, S.Hut., M.Si., serta Kepala Basarnas Bengkulu, Muslikum Sodik, SKM., turut hadir dalam kegiatan tersebut. Keterlibatan lintas lembaga dan komunitas diarahkan untuk memperkuat kepedulian bersama terhadap keberlanjutan kawasan pesisir.
Trisna mengatakan mangrove memiliki fungsi penting dalam menjaga kawasan pesisir, termasuk membantu mengurangi risiko abrasi, menyimpan karbon, menjaga habitat berbagai jenis biota serta meningkatkan kualitas lingkungan. Penanaman di Kampung Jenggalu Kito diharapkan menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan ekosistem pesisir Bengkulu.
“Kami berharap kegiatan ini memberikan manfaat bagi kawasan Kampung Jenggalu Kito dan masyarakat Bengkulu serta menjadi upaya berkelanjutan dalam menjaga ekosistem pesisir,” kata Trisna.










