Banjir dan Longsor di Lebong, Tim Gabungan Fokus Evakuasi dan Distribusi Logistik

Create: Mon, 06/04/2026 - 10:29
Author: Admin 3

 

Bengkulu, eWarta.co -- Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Lebong pada Minggu (5/4) menyebabkan banjir dan tanah longsor di sejumlah kecamatan. Bencana ini merendam permukiman warga, mengganggu akses jalan, serta berdampak pada aktivitas masyarakat.

Upaya penanganan darurat dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebong, TNI, Polri, serta dibantu masyarakat setempat.

Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB), bencana tercatat terjadi di enam kecamatan.

Di Kecamatan Lebong Tengah, banjir melanda Desa Semelako I, Desa Karang Anyar, dan Desa Tanjung Bungai II. Sementara di Kecamatan Lebong Utara, banjir terjadi di Desa Nangai Amen, Desa Pasar Melintang, dan Desa Pasar Muara Aman. Di wilayah yang sama, Desa Lebong Tambang dilaporkan mengalami tanah longsor.

Banjir juga terjadi di Kecamatan Amen, tepatnya di Desa Nangai Tayau dan Desa Sungai Gerong.

Di Kecamatan Uram Jaya, tanah longsor dilaporkan terjadi di Desa Lemeu. Sedangkan banjir merendam Desa Tangua, Desa Kota Agung, dan Desa Kota Baru.

Selain itu, banjir juga melanda Desa Kutai Donok di Kecamatan Lebong Selatan. Sementara di Kecamatan Pinang Belapis, Desa Air Kopras dilaporkan mengalami tanah longsor.

Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Khairil Anwar, mengatakan hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi mengguyur wilayah Kabupaten Lebong sejak siang hari hingga memicu meluapnya sejumlah sungai.

“Curah hujan yang tinggi menyebabkan peningkatan debit air pada sejumlah sungai hingga meluap ke permukiman warga dan badan jalan, khususnya di wilayah sekitar daerah aliran sungai seperti Air Ngeai, Air Kotok, dan Air Uram,” ujar Khairil.

Pemerintah Kabupaten Lebong melalui BPBD bersama unsur kecamatan, desa, serta organisasi perangkat daerah terkait segera melakukan langkah tanggap darurat dengan menurunkan tim ke lokasi terdampak.

Petugas melakukan evakuasi warga, membantu penanganan awal di lapangan, serta mendistribusikan bantuan logistik kepada masyarakat yang terdampak banjir.

Selain itu, pendataan terhadap rumah warga yang terdampak masih terus dilakukan untuk memastikan kebutuhan bantuan dapat terpenuhi.

Di sisi lain, Dinas Pekerjaan Umum turut melakukan pemantauan terhadap kondisi drainase dan saluran air guna mengantisipasi potensi banjir susulan. Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan meningkatnya debit air akibat curah hujan yang masih berpotensi terjadi.