Bank BI Merilis Laju Pertumbuhan Ekonomi Bengkulu, Menurun

Rif'at Pasha, Kepala Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi Bank BI perwakilan Bengkulu.
Rif'at Pasha, Kepala Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi Bank BI perwakilan Bengkulu, saat diwawancarai awak media.
Create: Tue, 02/11/2020 - 11:44
Author: Redaksi

 

BENGKULU, eWARTA.co - Tidak hanya Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu, Bank Indonesia (BI) Perwakilan Bengkulu turut merilis kondisi perekonomian Bengkulu di triwulan ke IV tahun 2019.

Bedanya, BI Perwakilan Bengkulu menamakannya laju pertumbuhan ekonomi Bengkulu secara keseluruhan mengalami penurunan di Triwulan ke IV tahun 2019 ini, yakni sebesar 4,96 persen, menurun 0,03 persen dibandingkan tahun 2018 sebesar 4,99 persen.

"Turunnya sedikit, dan itu sebenarnya disebabkan dampak ekonomi global sehingga berimbas pada iklim ekonomi Bengkulu khususnya sektor usaha primer diantaranya CPO, Batubara dan Karet. Bila dipresentasikan mencapai diangka 34 persen," Beber Kepala Perwakilan BI Bengkulu Joni Marsius, melalui Rif'at Pasha Kepala Tim advisory dan pengembangan ekonomi Bank BI perwakilan Begkulu, Senin (10/2).

Perlambatan tersebut juga dipengaruhi oleh sektor lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan pangsa yang mencapai 27.78 persen, perdagangan besar dan eceran pangsa sebesar 15.23 persen yang disebabkan oleh melambatnya perdagangan barang tahan lama serta perdagangan besar komoditas utama daerah seperti tanaman pangan, perkebunan dan holtikultura.

Kemudian, pada industri pengolahan yaitu sekitar 6.07 persen yang disebabkan oleh ekspor luar negeri karena belum menguat sebagai dampak menurunnya volume perdagangan global ditengah keterbatasan bahan baku.

Penyebab perlambatan tersebut juga berasal dari gangguan cuaca dan konstruksi dengan pangsa sebesar 5.44 persen yang disebabkan penyelesaian proyek pembangunan pemerintah dan swasta yang didukung oleh kecenderungan akselerasi realisasi belanja modal diakhir tahun.

Selain itu, BI Provinsi Bengkulu juga merilis inflasi Provinsi Bengkulu pada Desember 2019 cenderung meningkat, yakni 0,59 persen, sedangkan pada bulan sebelumnya hanya 0,14 persen dari bulan ke bulan (mtm). Besaran Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Bengkulu pada Desember 2019 sebesar 0,59% (mtm) dan 2,91% (ytd) serta 2,91% (yoy), Inflasi Bahan Makanan Bengkulu sebesar 0,03% (mtm) dan 4,74 % (ytd) serta 4,74% (yoy), sedangkan inflasi IHK secara Nasional sebesar 0,34% (mtm) dan 2,72% (ytd) serta 2,72% (yoy).

Adapun penyumbang laju inflasi Provinsi Bengkulu pada tahun 2019 antara lain, Angkutan udara (0,3634%), Daging ayam ras (0,0702%), Bawang merah (0,0574%), Bayam (0,0508%) dan Bahan bakar rumah tangga (0,0464%). Sedangkan sektor Komoditas Penyumbang Deflasi Bengkulu meliputi, Cabe merah (-0,0821%), Ikan tongkol / ambu-ambu (-0,0262%), Apel (-0,0228%), Sawi hijau (-0,0199%) dan Buncis (-0,0149%). (Nadya)