BENGKULU,eWARTA.co -- Kantor Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Bengkulu menggelar rapat Sosialisasi Forum Koordinasi Potensi Pencarian dan Pertolongan (FKP3), di AUla Hotel Grage Bengkulu, Rabu (09/3/22).
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Gubernur Provinsi Bengkulu yang diwakili oleh Asisten I Khairil Anwar, dihadiri Direktur Kesiapsiagaan Basarnas RI Mochamad Hernanto.
Peserta sekitar 40 orang berasal dari instansi pemerintahan, TNI/POLRI, organisasi pemerintahan dan organisasi swasta ikut dalam kegiatan ini.
Pelaksanaan kegiatan juga tetap memperhatikan standar pencegahaan COVID-19. Sebelum kegiatan tamu undangan dan peserta diwajibkan melaksanakan swab antigen.
Dalam sambutannya Khairil sangat mengapresiasi dengan kegiatan ini dan semoga kegiatan ini dapat meningkatkan efektivitas dan sinergitas instansi-instansi pemerintah dan organisasi yang ada di provinsi Bengkulu dalam menghadapi Operasi Pencarian dan Pertolongan secara aman, cepat, tepat, dan handal.
Sementara itu Hernanto mengatakan FKP3 sudah diatur berdasarkan Undang-Undang No 29 tahun 2014 tentang pencarian dan pertolongan serta Peraturan Presiden No 21 tahun 2017 tentang pembinaan potensi pencarian dan pertolongan, di mana Basarnas memiliki tugas dan tanggung jawab melaksanakan fungsi pembinaan melalui penyelenggaraan FKP3 baik ditingkat pusat maupun di tingkat daerah.
"Kegiatan ini bertujuan memberikan informasi, melakukan sinkronisasi, dan evaluasi mengenai pembinaan potensi pencarian dan pertolongan", kata Hernanto.
Hernanto mengatakan bahwa pembentukan karakter dan optimalisasi potensi SAR dalam penyelenggaraan operasi SAR bertujuan untuk mempercepat respon time pelayanan SAR dalam meningkatkan koordinasi dan berkolaborasi antara instansi/organisasi, maupun organisasi non pemerintah lainnya yang bergerak di bidang pencarian dan pertolongan dalam memberikan pelayanan jasa di bidang SAR kepada masyarakat Indonesia.
Ia juga berharap dengan adanya penyelenggaraan FKP3 terjalinnya sinergi dan solidaritas antara Kantor Pencarian dan Pertolongan Bengkulu dengan instansi maupun organisasi yang berpotensi SAR sehingga bisa meminimalisir dampak dari kecelakaan transportasi, kondisi membahayakan manusia dan bencana alam di Provinsi Bengkulu.
"Kedepannya kita dapat menjadi bangsa yang kuat dan siap menghadapi apapun musibah yang terjadi dalam kehidupan kita di masa mendatang," pungkas Hernanto. (Bisri)









