Batik Les Plank, Menjaga Ornamen Rumah Adat Bengkulu dengan Selembar Kain

Create: Tue, 28/04/2026 - 12:48
Author: Admin 3

 

Bengkulu, eWarta.co -- Ornamen motif pada rumah adat Melayu Bengkulu bukan sekadar hiasan kayu yang menempel di dinding. Ia adalah simbol kearifan lokal, filosofi kehidupan, dan bukti keharmonisan antara manusia dengan alam. Saat ini, warisan budaya tak benda tersebut menemukan wadah baru untuk tetap lestari, yaitu melalui kain batik.

Inovasi ini dikenal dengan Batik Les Plank. Sesuai namanya, batik ini mengadaptasi motif-motif ukiran permanen yang biasanya menyatu dengan bangunan rumah adat ke dalam bentuk wastra kreatif.

Filosofi dalam Klasifikasi dan Warna

Secara taksonomi, ornamen rumah adat Bengkulu terbagi menjadi tiga bagian utama, yaitu bagian atas (atap), bagian tengah (dinding, jendela, pintu), dan bagian bawah (tiang atau kolom). Setiap goresannya pun mengandung makna yang mendalam.

Inovasi Batik Les Plank mengangkat motif-motif ikonik seperti Angin Belitung dan Pohon Hayat. Keindahan ini semakin diperkuat dengan simbolisme warna yang digunakan. Dimulai dari warna merah bata yang melambangkan keberanian, kuning emas mencerminkan kebijaksanaan, dan hitam pekat menjadi simbol kemuliaan.

Media Pelestarian dan Nilai Ekonomi

Yukey Anggraini, salah satu penjual Batik Les Plank, mengungkapkan bahwa ide ini muncul dari keinginan untuk mengabadikan keindahan ornamen rumah adat agar lebih dekat dengan masyarakat.

"Hiasan motif pada rumah adat memberikan keindahan pada bangunan. Jika motif tersebut diabadikan pada kain, maka Les Plank ini akan memperindah orang yang memakainya," ujar Yukey.

Saat ini, produksi Batik Les Plank dilakukan secara rumahan dengan teknik cap yang motifnya telah dibentuk khusus sesuai ukiran asli rumah adat. Meski belum memiliki toko fisik dan masih memanfaatkan platform digital untuk pemasaran, peminat batik ini terus tumbuh, terutama dari kalangan pegawai kantoran yang ingin tampil formal namun tetap membawa identitas budaya.

Harga dan Aksesibilitas

Demi menjaga eksklusivitas namun tetap terjangkau, Batik Les Plank ditawarkan dengan harga bervariasi. Produk berupa syal dengan ukuran 165/170 cm dibanderol seharga Rp200.000. Sementara untuk kain ukuran dua meter yang siap dijahit menjadi busana, harganya berkisar di angka Rp400.000.

Masa Depan Identitas Bengkulu

Inisiatif ini bukan sekadar urusan bisnis semata. Tujuan utamanya adalah pelestarian identitas. Dengan mengadaptasi ornamen rumah adat ke dalam produk kreatif yang bisa digunakan sehari-hari, masyarakat berharap budaya Bengkulu tidak hanya berakhir sebagai pajangan di bangunan tua, tetapi terus hidup, dikenal, dan dihargai oleh generasi mendatang.

Batik Les Plank menjadi bukti nyata bahwa melalui kreativitas, nilai-nilai lama dapat bertransformasi menjadi kekuatan ekonomi lokal sekaligus menjaga martabat budaya bangsa di era modern.

***

Penulis : Chairil Ansyorie.