BENGKULU,eWARTA.co -- Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Bengkulu Fazrul Hamidi mengatakan Baznas telah berperan membantu mengentaskan kemiskinan ekstrem di wilayah ini.
Terlebih melihat potensi zakat di Provinsi Bengkulu yang mencapai Rp1,05 triliun, dirasa akan dapat membantu pemerintah daerah menekan status kemiskinan ekstrem melalui berbagai program Baznas.
"Saat ini potensi zakat baru terhimpun Rp 20 miliar dari potensi yang ada. Jika potensi ini bisa dioptimalkan, jelas sangat bermanfaat untuk mengatasi berbagai permasalahan kemiskinan di Bengkulu," ungkap Fazrul, Rabu (20/4/2022).
Fazrul mengatakan dengan berbagai program pengentasan kemiskinan seperti program bedah rumah, program pendidikan, maupun program bantuan usaha mikro kecil dan menengah, peran Baznas menjadi sangat dibutuhkan pemerintah daerah dalam upaya ini.
"Berbagai program wajib telah kami lakukan seperti membantu masjid, pondok pesantren, modal usaha bagi orang miskin, beasiswa bagi orang miskin dan bantuan anak putus sekolah," ujarnya.
Selain itu, lanjut Fazrul, Baznas turut menyediakan dana darurat yang diambil dari zakat infaq shadaqah (ZIS) sebesar 80 persen dari saldo yang ada untuk disiapkan menekan kemiskinan ekstrem.
"Melalui dana inpassing bisa digunakan untuk permasalahan keadaan darurat seperti bencana alam, kebakaran, dan semacamnya," kata Fazrul.
"Seperti saat banjir besar beberapa tahun lalu, kita tidak punya dana inpassing untuk membantu para korban sehingga mulai tahun ini dana tersebut juga kami siapkan" tambah Fazrul.
Untuk itu, pihaknya berharap agar pemerintah daerah turut mendorong optimalisasi penyaluran zakat maal atau zakat harta dari aparatur sipil negara (ASN) membayar zakat melalui Baznas.
Sebelumnya, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah menyepakati rencana tersebut melalui pembuatan Peraturan Gubernur (Pergub) terkait zakat bagi ASN baik di lingkungan Pemrov Bengkulu juga Kabupaten/Kota.
Melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) diharapkan zakat yang telah dikumpulkan dapat disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerima.
"Kalau potensi ini digali secara optimal dan kita salurkan kepada yang berhak secara tepat dan produktif, tentu diharapkan adalah keberkahan bagi masyarakat Provinsi Bengkulu, dan kesejahteraan umat menjadi lebih baik," jelas Gubernur Rohidin.









