BBM Bersubsidi Langka, Gubernur Bengkulu Laporkan ke BPH Migas dan Pertamina Pusat

Gubernur Bengkulu (Dr. H. Rohidin Mersyah) saat di wawancarai awak media
Gubernur Bengkulu (Dr. H. Rohidin Mersyah) saat di wawancarai awak media
Create: Wed, 07/17/2019 - 15:59
Author: Redaksi

 

BENGKULU, ewarta.co - Terjadi antrian pengisian BBM bersubsidi di beberapa SPBU yang ada di Provinsi Bengkulu diindikasi adanya penyelewengan, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah pun langsung bertindak.

Rohidin berpendapat bahwa jika distribusi BBM berjalan dengan normal, beliau yakin bahwa kebutuhan 224 Kilo Liter BBM per hari di Bengkulu tercukupi.

"Kalau benar-benar terdistribusi secara normal, tidak lari kemana-mana kepada pihak yang tidak berhak mendapatkannya, saya yakin itu cukup," Kata Rohidin, Rabu (17/7).

Jika kebutuhan tersebut kurang, tambahnya, ia telah melakukan antisipasi dalam waktu dekat akan mengundang dengan melayangkan surat langsung ke pihak BPH Migas dan Pertamina Pusat untuk segera turun ke Bengkulu.

"Kita sudah melayangkan surat supaya mereka (BPH Migas dan Pertamina Pusat) untuk segera turun ke Bengkulu, dan by phone sudah disanggupi, mudah-mudahan awal Agustus, nanti dari BPH Migas akan turun, saya akan sampaikan, sebenarnya kuota yang diberikan untuk Bengkulu 82 ribu Kilo Liter itu kalau terdistribusi betul peruntukannya, tidak lari kepada yang tidak berhak, saya kira itu cukup," Jelasnya.

Kemudian,Rohidin meminta kepada aparat penegak hukum agar pendistribusian BBM bersubsidi ini betul-betul tepat sasaran, BBM bersubsidi ini betul-betul untuk masyarakat dan ia meminta agar antrian panjang yang ada di sejumlah SPBU di Bengkulu segera dihentikan dalam waktu satu atau dua hari ini.

"Sebenarnya regulasi sudah jelas, kita nggak usah buat lagi, sektor industri, perusahaan, itu tidak diperbolehkan ada namanya solar industri, ini sama-sama kita kawal, saya tadi minta kepada tim saya untuk melakukan razia selalu, operasi pemantauan terus dilakukan," Tutup Rohidin. (Nay)