BENGKULU,eWARTA.co -- Pemerintah Provinsi Bengkulu menyampaikan keinginannya memiliki embarkasi haji sendiri sebagai evektifitas pelayanan ibadah haji bagi masyarakat Bengkulu.
Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah dalam pertemuan dengan Komisi VIII DPR RI dan Kementerian Agama, Rabu (19/5/21) kemarin menyampaikan usulan pembangunan embarkasi di wilayah ini.
Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah menyampaikan aspirasi agar embarkasi haji Bengkulu tidak melalui Padang Sumatera Barat lagi.
"Kami minta dukungan Kemenag yang merupakan mitra kerja Komisi VIII DPR RI agar embarkasi haji Bengkulu ini tidak lagi melalui Padang," ditegaskan gubernur, Kamis (20/5/21).
Rohidin menyebut, usulan ini sudah lama diusulkan, namun sampai saat ini belum juga mendapat titik terang dari pemerintah pusat.
Gubernur menilai anggaran biaya angkutan calon jamaah haji (CJH) dari Bengkulu ke Padang cukup besar. Dan apabila Bengkulu memiliki embarkasi haji sendiri tentu akan berdampak pada penghematan anggaran pendapatan dan belanja daerah.
"Jika tiga kloter saja bisa langsung dari Jedah ke Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu demikian sebaliknya, tentu akan sangat efektif sekali," jelasnya.
Ketua Komisi VIII DPR RI, Yandri Susanto menanggapi persoalan tersebut akan menjadi komitmen pihaknya untuk mendorong pembangunan embarkasi haji di Bengkulu.
Apalagi dengan alasan tidak ingin lagi mengeluarkan biaya besar untuk memberangkatkan CJH dari embarkasi Bengkulu ke Padang, tentu ia sangat sepakat.
"Kami akan mendorong agar tujuan itu tercapai," kata Yandri. (Bisri)









