BI Bengkulu Salurkan Satu Unit Combine Harvester ke Petani Seluma, Tekan Biaya Panen

Create: Tue, 20/10/2026 - 11:54
Author: Admin 3


SELUMA, eWarta.co – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Bengkulu menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) untuk mendukung produktivitas petani, menekan biaya panen, serta mengurangi kehilangan hasil gabah. Pada 2026, BI Bengkulu menyalurkan satu unit combine harvester disertai sejumlah bantuan sarana pertanian lainnya.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, mengatakan bantuan tersebut diberikan untuk membantu petani mengatasi kendala tenaga kerja sekaligus mempercepat proses panen. Dukungan itu disampaikan dalam kegiatan panen padi bersama dan penyerahan combine harvester kepada Kelompok Tani Karya Mukti di Desa Sari Mulyo, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Seluma, Selasa (20/10/2026).

Menurut Wahyu, penggunaan mesin panen modern dapat meningkatkan efisiensi karena sejumlah tahapan yang sebelumnya dilakukan secara manual kini dapat dikerjakan sekaligus oleh mesin. Selain mempercepat pekerjaan, mekanisasi pertanian juga berpotensi menekan biaya operasional yang harus ditanggung petani.

“Combine harvester ini secara signifikan bisa menekan biaya produksi, terutama biaya pada saat panen. Ketika panen serentak, kebutuhan tenaga kerja meningkat dalam waktu singkat, sementara padi harus dipanen dalam waktu yang relatif terbatas,” kata Wahyu.

Ia menjelaskan, satu unit combine harvester berkapasitas besar mampu memanen sekitar satu hektare lahan dalam waktu kurang lebih satu setengah jam. Kecepatan tersebut dinilai membantu petani menyelesaikan panen tepat waktu tanpa terlalu bergantung pada ketersediaan tenaga kerja manual.

Dari sisi kehilangan hasil, Wahyu menyebut panen secara manual berpotensi menyebabkan kehilangan gabah hingga 14 persen. Dengan menggunakan combine harvester, angka kehilangan tersebut dapat ditekan menjadi sekitar 1–4 persen, sedangkan potensi kerusakan gabah diperkirakan sekitar 0,7 persen.

“Mesin ini membuat proses panen lebih efisien. Tanaman dipanen, gabah dipisahkan dari batang, kemudian dikumpulkan dalam satu rangkaian proses. Hasil yang diperoleh bisa lebih optimal karena kehilangan gabah dapat ditekan,” ujarnya.

Wahyu mengingatkan agar bantuan tersebut tidak hanya dimanfaatkan oleh kelompok tani penerima, tetapi juga dapat digunakan oleh kelompok tani lain yang membutuhkan. Dengan luas lahan kelompok sekitar 23 hektare, menurutnya, masih terdapat peluang pemanfaatan mesin secara bergiliran untuk memperluas manfaat bantuan.

Ia mendorong kelompok tani membangun sistem pengelolaan yang transparan, termasuk mengatur jadwal penggunaan dan kemungkinan biaya jasa secara wajar. Pendapatan dari pengelolaan alat dapat digunakan untuk biaya operasional, perawatan, serta mendukung kemandirian keuangan kelompok.

“Kalau bisa, mesin ini bersifat inklusif dan tidak hanya digunakan oleh satu kelompok. Kelompok tani bisa berkoordinasi dengan kelompok lain, termasuk membicarakan biaya sewa, sehingga ke depan bisa lebih mandiri,” kata Wahyu.

Menurutnya, dukungan bantuan perlu diikuti dengan penguatan kelembagaan petani agar mereka tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan. Kelompok tani yang solid berpeluang membangun kerja sama dengan perbankan untuk memenuhi kebutuhan modal, seperti pembelian benih, pupuk, dan sarana produksi lainnya.

Wahyu mencontohkan kelompok tani yang mampu mengelola pembiayaan secara kolektif sehingga akses kredit untuk kebutuhan musim tanam dapat dilakukan melalui kelembagaan kelompok. Pola tersebut dinilai dapat menjadi salah satu referensi bagi petani di Seluma untuk meningkatkan kapasitas usaha dan kesejahteraan.

Selain bantuan mesin panen, BI Bengkulu juga menyalurkan dukungan sarana pertanian lainnya, antara lain sprayer, hand tractor, dan kendaraan roda empat. Pada tahun sebelumnya, BI turut memberikan bantuan greenhouse untuk pengembangan pertanian cabai.

“Kami ingin kelompok tani semakin kuat dan naik kelas. Harapannya, kebutuhan petani dapat dipenuhi secara bertahap, tidak hanya melalui bantuan, tetapi juga dari kemampuan kelompok mengelola usaha sendiri,” ujarnya.

Ketua Kelompok Tani Karya Mukti, Tulus, menyampaikan terima kasih kepada BI Bengkulu atas bantuan combine harvester yang diberikan kepada kelompoknya. Ia berharap alat tersebut dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk membantu petani, terutama dalam mengatasi kekurangan tenaga kerja saat panen.

Tulus juga menyampaikan persoalan keterbatasan air yang masih dihadapi petani ketika musim kemarau. Ia berharap Pemerintah Kabupaten Seluma dapat menindaklanjuti usulan pemanfaatan sumber air Sindur yang dinilai berpotensi memenuhi kebutuhan pengairan lahan pertanian.

Sementara itu, panen bersama tersebut turut dihadiri Anggota DPD RI/MPR RI Daerah Pemilihan Bengkulu, apt. Hj. Destita Khairilisani, S.Farm., M.S.M., dan Bupati Seluma Teddy Rahman. Destita mengapresiasi dukungan BI terhadap petani serta berharap bantuan alsintan dapat dimanfaatkan secara bersama-sama untuk memperkuat produksi dan ketahanan pangan daerah.

Kegiatan ini menjadi bagian dari sinergi BI, pemerintah daerah, dan kelompok tani dalam mendorong modernisasi pertanian. Melalui pemanfaatan teknologi, penguatan kelembagaan, serta pengelolaan bantuan secara mandiri, produktivitas pertanian di Kabupaten Seluma diharapkan meningkat dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan petani.