BENGKULU, eWarta.co — Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu memasang perangkat pemantau GPS Collar pada seekor Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) di Bentang Alam Seblat (BAS), Kabupaten Mukomuko, Sabtu (22/8/2026). Pemasangan dilakukan untuk memantau pergerakan gajah sekaligus mendukung upaya konservasi satwa dilindungi di kawasan tersebut.
Kegiatan diawali laporan tim monitoring di lapangan setelah gajah dinilai layak untuk dipasangi GPS Collar. Tim kemudian melakukan pemeriksaan kesehatan, termasuk pengambilan sampel darah dan feses untuk kebutuhan analisis laboratorium.
Gajah yang dipasangi GPS Collar merupakan betina dengan perkiraan bobot 2,8 hingga 3 ton. Saat proses penanganan berlangsung, tim juga melihat seekor gajah betina berukuran lebih kecil yang berada tidak jauh dari lokasi.
Kepala BKSDA Bengkulu, Agung Nugroho, mengatakan pemasangan GPS Collar menjadi langkah penting untuk memperoleh data pergerakan gajah secara lebih akurat dan real-time. Data tersebut dapat digunakan untuk mempercepat respons terhadap potensi konflik antara gajah dan manusia serta mendukung pengelolaan habitat.
“Dengan mengetahui pola pergerakan kawanan gajah, kita tidak hanya dapat merespons risiko konflik satwa dan manusia secara lebih cepat, tetapi juga memperkuat mitigasi serta pengelolaan habitatnya secara bijak,” ujar Agung.
Menurutnya, penggunaan teknologi pemantauan tersebut merupakan bagian dari komitmen BKSDA Bengkulu bersama para mitra dalam menjaga keberadaan Gajah Sumatera di habitat alaminya. Informasi yang diperoleh dari GPS Collar juga akan menjadi bahan dalam menentukan langkah konservasi yang lebih tepat.
Setelah pemasangan selesai, GPS Collar langsung diaktifkan untuk memasuki tahap pemantauan intensif. Berdasarkan pemantauan awal, gajah tersebut terpantau bergerak aktif di kawasan Bentang Alam Seblat.
Data spasial dari GPS Collar akan digunakan untuk melihat pola pergerakan harian gajah liar di wilayah tersebut. Informasi itu diharapkan membantu BKSDA Bengkulu dan pengelola kawasan dalam melakukan pemantauan lapangan serta menyusun strategi pengelolaan habitat.
BKSDA Bengkulu juga merencanakan pemasangan GPS Collar pada kawanan gajah lainnya. Pemantauan berbasis teknologi tersebut akan diperkuat dengan patroli langsung oleh Tim Monitoring atau Tim Angon Gajah Liar.
Tim patroli bertugas memantau pergerakan kawanan gajah sekaligus mengidentifikasi dan menyingkirkan potensi ancaman di jalur pergerakan satwa. Ancaman yang menjadi perhatian antara lain jerat dan bahan berbahaya yang dapat membahayakan gajah.
Aktivitas pemantauan melalui GPS Collar dan patroli lapangan diharapkan dapat memperkuat perlindungan Gajah Sumatera di Bentang Alam Seblat. Dari kawasan rimba Bengkulu, sinyal GPS Collar kini menjadi salah satu sumber data untuk menjaga keberlangsungan populasi gajah liar.










