Ewarta.co - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu menggelar Apel kesiapan personil dan peralatan penanggulangan bencana Provinsi Bengkulu tahun 2018, di lapangan Sport Center, Pantai Panjang Bengkulu. Aple ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Bengkulu Emas HUT Provinsi Bengkulu ke-50.
Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah bertindak sebagai Inspektur Upacara, serta dihadiri Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bengkulu, Kepala Deputi Logistik dan Peralatan BNPB Rudi Padmanto, unsur Forkompinda Provinsi serta diikuti pegawai BPBD se- Provinsi Bengkulu. Kegiatan inipun turut dihadiri personil TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, Brimob serta petugas penanggulangan bencana.
Dalam kesempatan itu, Plt Gubernur Rohidin Mersyah memeriksa barisan kesiapan personil serta peralatan penangulangan bencana.
Rohidin mengatakan, fungsi penanggulangan bencana itu ada tiga, yaitu komando, koordinatif dan penanganan. Dan untuk menerapkan ketiga fungsi sistem tersebut, dibutuhkan sistem yang handal, baik dari komunikasi jaringan kerja dan sejenisnya dan juga dibutuhkan SDM yang terampil.
“Ketiga, pasti dibutuhkan peralatan yang memadai agar fungsi komando, fungsi koordinatif, fungsi penanganan itu dapat dijalankan dengan baik,” kata Plt Gubernur Rohidin.
Lebih lanjut dijelaskannya, tujuan pelaksanaan Apel gelar peralatan ini dilakukan tidak lain dalam rangka Pemerintah Provinsi Bengkulu melakukan distiminasi informasi seluas-luasnya, serta unjuk kekuatan peralatan yang dimiliki pemerintah, sekaligus memastikan pembagian tugas dari masing-masing sektor dalam penanggulangan bencana.
“Bencana itu merupakan sesuatu yang tidak mungkin kita batalkan atau kita tunda kejadiannya, yang hanya bisa kita lakukan adalah tindakan antisipatif. Sehingga ketiga fungsi tadi harus betul-betul siap, yang kita lakukan adalah melakukan pembinaan, edukasi, sosialisasi agar menjadi betul-betul siap siaga menghadapi bencana,” jelasnya.
Untuk itu, Rohidin mengharapkan peran dari semua pihak karena fungsi yang disampaikan tersebut tidak akan efektif dan produktif tanpa dukungan semua elemen penyelenggara pemerintahan, termasuk aparat penegak hukum, pelaku usaha, dan tentunya masyarakat luas yang harus menyiapkan diri untuk selalu siap siaga ketika bencana terjadi.









