Bengkulu, eWarta.co - Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Bengkulu turut berpartisipasi dalam Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Abdimas Bumi Rafflesia IV yang digelar Universitas Bengkulu di Hotel Santika, Sabtu (8/11/2025). Dalam kegiatan ini, BPOM membuka stand pelayanan publik sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan literasi masyarakat mengenai keamanan obat dan makanan.
Ketua Tim I Informasi dan Komunikasi BPOM Bengkulu, Yunika Sary, S.Farm., M.Si., Apt, mengatakan keikutsertaan BPOM dalam forum akademik ini menjadi langkah penting memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi.
“Kami hadir memberikan edukasi tentang cara mengenali obat dan makanan yang aman, sekaligus memperkenalkan berbagai layanan digital BPOM yang bisa dimanfaatkan masyarakat maupun civitas akademika,” ujar Yunika.
Stand BPOM mendapat perhatian besar dari peserta, khususnya kalangan dosen dan mahasiswa yang tertarik mengetahui lebih jauh mengenai regulasi, sistem pengawasan, serta inovasi pelayanan publik berbasis teknologi informasi.
Yunika berharap, keterlibatan aktif BPOM dalam kegiatan seperti ini dapat semakin mendekatkan layanan publik kepada masyarakat melalui sinergi antara dunia akademik dan lembaga pemerintah.
Seminar nasional ini menghadirkan sejumlah keynote speaker, di antaranya Dr. Agustomi Masik, M.Dev. Plg. (Kepala Badan Pengembangan SDM dan Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Daerah Tertinggal), Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si. (Rektor Universitas Terbuka), serta Dr. Ir. Dwi Purnomo, STP., M.T., IPU. (Universitas Padjadjaran sekaligus Founder The Local Enabler).
Selain itu, hadir pula invited speakers secara daring, yakni Ts. Dr. Noorhidayah Mamat dari Universiti Malaya (QS100) dan Yahya Eko Nopiyanto, M.Pd. dari Universitas Bengkulu.
Kegiatan Abdimas Bumi Rafflesia IV tahun 2025 ini diikuti 151 peserta, terdiri atas 135 pemakalah (80 luring dan 55 daring) serta 16 non-pemakalah dari 20 institusi di 13 provinsi dan 1 negara luar negeri.
Peserta berasal dari berbagai wilayah di Indonesia, seperti Bengkulu, Aceh, Riau, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tenggara, hingga Sorong. Partisipasi internasional turut diwakili oleh Universiti Malaya dan Jabatan Perhutanan Negeri Johor dari Malaysia.
Kegiatan ini menjadi ajang kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat dalam memperkuat pelaksanaan tridharma perguruan tinggi, khususnya bidang pengabdian kepada masyarakat.









