Bengkulu, eWARTA.co -- Petugas Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Bengkulu bersama Anggota Saka POM Kota Bengkulu melakukan uji sampel terhadap pangan jajanan anak sekolah (PJAS) di satuan pendidikan setingkat sekolah menengah pertama (SMP) Kota Bengkulu guna memastikan pangan yang dikonsumsi aman dari bahan-bahan berbahaya.
Kepala BPOM di Bengkulu Yogi Abaso Mataram mengatakan bahaya pada pangan dapat menimbulkan gangguan kesehatan pada tubuh manusia yang mengonsumsinya sehingga pihaknya melakukan uji sampel.
"Dalam rangka program intervensi keamanan pangan bagi anak sekolah, Badan POM melakukan sampling dan pengujian terhadap sampel pangan jajanan anak sekolah untuk mengetahui tingkat keamanannya," katanya.
Dia menjelaskan, pangan jajanan anak sekolah yang aman adalah bebas dari tiga bahaya, yaitu bahaya fisik seperti batu, kerikil, pasir dan lainnya; kedua bahaya kimia yakni mengandung bahan berbahaya, residu pestisida, pewarna buatan, bahan pengawet, hormon pertumbuhan dan lainnya.
"Kemudian ketiga itu terkait bahaya mikrobiologi yakni bakteri, virus, parasit dan lainnya. Inilah yang harus kita periksa," ujar dia.
Dia menjelaskan, hingga 2023 ini pangan jajanan anak sekolah dilaporkan masih bermasalah yaitu pada es, minuman beraroma dan sirup, jeli atau agar-agar dan bakso, dengan permasalahan terbesar tetap didominasi oleh produk minuman berwarna, sirup serta es.
Oleh karena itu, lanjut dia, pada target intervensi tahun ini untuk sampling dan pengujian PJAS dilakukan parameter uji kimia yakni formalin, boraks, rhodamin B dan methanyl yellow dan uji mikrobiologi meliputi E. coli, Salmonella sp. dengan rapid test kit.
"Dengan penggunaan uji cepat ini sangat membantu mempercepat pengumpulan informasi awal cemaran. Data yang dihasilkan merupakan informasi awal yang memerlukan pengujian atau konfirmasi lebih lanjut dengan uji standar apabila ada indikasi cemaran pada PJAS," ujar dia.
Dia menyebut, sekolah yang sudah diintervensi keamanan pangan jajanan anak sekolah yaitu di SMPN 18 Kota Bengkulu, SMPN 4 Kota Bengkulu, SMPN 16 Kota Bengkulu, SMP Budi Mulia.
"Ada 56 sampel yang kami ambil, dan langsung kami tes reaksi kimianya di laboratorium BPOM," ujar Kepala BPOM.
Dalam pengambilan sampel itu, juga dilakukan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) terhadap para pedagang yang diambil sampelnya. Ia mengimbau kepada kader keamanan pangan untuk melakukan sosialisasi kepada pengelola kantin sekolah dan sekolah membuat kebijakan supaya program keamanan PJAS tercapai.









