JAKARTA, eWarta.co – Bupati Mukomuko Choirul Huda bersama Wakil Bupati Rahmadi AB melakukan kunjungan resmi ke Kementerian Sosial Republik Indonesia guna mendorong percepatan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Mukomuko.
Kunjungan tersebut difasilitasi oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Mukomuko yang dipimpin Singgih Pramono serta Dinas Sosial Kabupaten Mukomuko di bawah pimpinan Faisal Amir.
Rombongan diterima langsung oleh Wakil Menteri Sosial RI Agus Jabo Priono yang didampingi para deputi, direktur jenderal, serta Sekretariat Bersama Program Strategis Presiden Sekolah Rakyat.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Mukomuko menyampaikan komitmen pemerintah daerah untuk memastikan pembangunan Sekolah Rakyat di Mukomuko dapat direalisasikan dan menjadi bagian dari prioritas nasional pada 2026.
Menurut Choirul Huda, pemerintah daerah telah menyiapkan berbagai persyaratan teknis untuk mendukung pembangunan program tersebut. Mulai dari kesiapan lahan, dukungan pemerintah daerah, hingga koordinasi lintas sektor yang telah dikonsolidasikan.
"Kami tidak ingin masyarakat menunggu terlalu lama. Ketika syarat sudah lengkap, maka yang dibutuhkan adalah keberpihakan dan percepatan,” ujar Bupati.
Ia menjelaskan, Sekolah Rakyat diproyeksikan menjadi salah satu instrumen penting dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia di daerah.
Bagi Kabupaten Mukomuko, program tersebut tidak hanya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur pendidikan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mendorong perubahan sosial jangka panjang.
Pada kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan kondisi fiskal daerah yang saat ini terdampak kebijakan efisiensi anggaran, sehingga ruang pembiayaan untuk sejumlah program prioritas menjadi terbatas.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Mukomuko berharap adanya dukungan dan intervensi program dari pemerintah pusat agar pembangunan daerah tetap berjalan dan pelayanan kepada masyarakat tidak terhambat.
"Kami menyadari pembangunan tidak bisa berdiri sendiri. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah agar masyarakat tetap merasakan kehadiran negara,” katanya.
Menanggapi hal tersebut, jajaran Kementerian Sosial menyampaikan respon positif dan membuka ruang koordinasi lanjutan serta evaluasi teknis agar program Sekolah Rakyat di Mukomuko dapat masuk dalam prioritas implementasi pada tahun mendatang.
Langkah jemput bola yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Mukomuko ini dinilai sebagai bentuk keseriusan daerah dalam memperjuangkan program pembangunan strategis demi meningkatkan akses pendidikan dan kesejahteraan masyarakat.









