Dampak Darurat BBM, Perekomian Mulai Tersendat Terutama di Kabupaten

Create: Tue, 27/05/2025 - 13:09
Author: Redaksi

 

SELUMA, eWarta.co -- Dalam sepekan terakhir ini Bahan Bakar Minyak (BBM) semakin sulit di dapatkan, dengan adanya kelangkaan ini menyebabkan mobiltas barang dan jasa masyarakat menjadi terhambat sehingga menimbulkan dampak luar biasa terhadap roda perekonomian. 

Banyak masyarakat yang mengantungkan hidup dari sektor informal seperti buruh harian, ojek sawit, petani, dan pedagang keliling terpaksa menghentikan aktivitasnya karena kesulitan mendapatkan BBM.

Anggota DPRD Kabupaten Seluma dapil lll Victor Renaldo mengatakan, bahwa dirinya beberapa hari terakhir banyak menerima keluhan dari masyarakat terkait krisis BBM yang tengah berlangsung. Ia menyebut bahwa kelangkaan ini sangat memukul warga yang sehari-hari bekerja sebagai ojek sawit dan petani.

"Saat ini banyak warga yang menggantungkan penghasilan dari ojek sawit dan aktivitas petani terpaksa berhenti . Harga BBM di tingkat pengecer sudah menembus lebih dari Rp 20 ribu per liter. Dengan harga segitu, mereka tidak bisa menutup biaya operasional, apalagi mendapat keuntungan," Sampainya, Selasa (27/5/2025). 

Bedasarkan pantauan dilapangan, antrean panjang terlihat di sejumlah SPBU, bahkan banyak SPBU tutup karena kehabisan stok. Sementara itu, di pengecer harga BBM melambung tinggi tak terlendali. 

Victor menjelaskan, bahwa dirinya telah mencoba berkomunikasi dengan para pengecer agar tidak menaikkan harga secara tidak wajar. Namun, tanpa pasokan BBM yang stabil, pengecer juga mengalami kesulitan dalam menjaga harga tetap normal.

"Kondisi ini sangat luar biasa, dan menjadi salah satu krisis yang paling parah dalam beberapa tahun terakhir. Kami di DPRD mendorong pemerintah daerah dan pihak terkait untuk segera mengambil langkah nyata dalam mengatasi kelangkaan ini. Masyarakat benar-benar menderita," sambungnya.

Kondisi ini, menurut nya dapat menyebabkan inflasi lokal dan memperparah kemiskinan jika tidak segera diatasi.Pemerintah pusat dan Pertamina dapat segera mengatasi hambatan distribusi, serta menambah pasokan minyak untuk daerah Seluma yang saat ini terdampak parah.

"Kami butuh perhatian serius dari pemerintah pusat. BBM adalah kebutuhan masyarakat dan tulang punggung ekonomi rakyat kecil," Tutupnya. (Rns)