Dampak El Nino Meluas, Desa Mulyorejo Silo Jember Mulai Krisis Air Bersih

Create: Tue, 04/08/2026 - 10:04
Author: Redaksi

 

JEMBER, ewarta.co – Dampak kekeringan akibat fenomena El Nino di Kabupaten Jember kian meluas. Setelah sebelumnya melanda Dusun Bunder di Desa Sumberpinang dan Desa Sumberjeruk, Kecamatan Kalisat, kini krisis air bersih mulai merambah Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo.

​Kepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menyalurkan bantuan air bersih tahap pertama ke Dusun Baban Timur, Desa Mulyorejo, pada Senin (3/8/2026).

​"Benar, wilayah Silo mulai terdampak. Warga di RT 01 dan RT 02 RW 07 Dusun Baban Timur sudah kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari sejak Juli lalu," ujar Edy Budi Susilo, Selasa (4/8/2026).

​Berdasarkan hasil asesmen tim TRC BPBD pada 1 Agustus 2026, kemarau panjang menyebabkan sumur warga berkedalaman sekitar 15 meter kering total. Kondisi ini diperparah dengan belum adanya jaringan pipanisasi di wilayah tersebut.

​Akibatnya, warga terpaksa berjalan kaki sejauh 3 kilometer menuju sungai terdekat demi mendapatkan air bersih.

​"Data BPBD mencatat ada 85 KK yang terdampak, terdiri dari 45 KK di RT 01 dan 40 KK di RT 02 RW 07," terang Edy.

​Sebagai langkah penanganan darurat, BPBD Jember menurunkan 4 unit tandon berkapasitas 1.200 liter serta mendistribusikan 5.000 liter air bersih yang dibagi ke empat titik, yakni Mushola Pak Sholihin, rumah Pak Yesi, rumah Pak Afgan, dan Masjid Al-Baiturrahman.

​"Kami merekomendasikan distribusi 5.000 liter air setiap dua hari sekali hingga musim kemarau berakhir dan sumber air warga kembali pulih," tambahnya.

​Dengan masuknya Desa Mulyorejo, kini tercatat ada empat wilayah di Kabupaten Jember yang terdampak krisis air bersih akibat El Nino. BPBD mengimbau pemerintah desa lain untuk segera melapor jika warganya mulai mengalami krisis air agar bantuan darurat dapat segera disalurkan. (Hafit)