Daya Beli Petani Bengkulu Alami Penurunan

Daya Beli petani Bengkulu Alami Penurunan
Tags

 

BENGKULU,eWARTA.co -- Pegawai Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, daya beli petani di Provinsi Bengkulu mengalami penurunan pada Juni 2021.

Kepala BPS Provinsi Bengkulu Win Rizal mengatakan Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Bengkulu Juni 2021 hanya sebesar 127,81 atau turun 2,16 persen dibanding NTP bulan sebelumnya yang sebesar 130,63. 

Penurunan dikarenakan indeks harga yang diterima petani (It) turun sebesar 2,15 persen, dan indeks harga yang dibayar (Ib) justru naik 0,01 persen.

"Penurunan karena indeks harga hasil produksi pertanian dan adanya kenaikan indeks harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga maupun untuk keperluan produksi pertanian," kata Win, Munggu (4/7/21).

Hal ini turut dipengaruhi oleh turunnya NTP di dua subsektor pertanian, yaitu tanaman perkebunan rakyat sebesar 2,92 persen dan perikanan sebesar 0,60 persen. 

Sementara itu, NTP pada tanaman pangan, subsektor hortikultura, dan peternakan mengalami kenaikan masing-masing sebesar 0,58 persen, 5,33 persen, dan 0,18 persen.  

Kemudian, lanjut Kepala BPS, nilai tukar usaha rumah tangga pertanian (NTUP) yang juga merupakan perbandingan antara It dengan Ib terhadap biaya produksi dan penambahan barang modal (BPPBM) hanya naik sebesar 0,36 persen. 

"NTUP juga turun sebesar 2,50 persen," kata dia.

"NTUP dengan kenaikan NTUP tertinggi sektor hortikultura 5,10 persen. Sedangkan penurunannya terjadi pada tanaman perkebunan rakyat sebesar 3,28 persen," pungkasnya.

Petani Provinsi Bengkulu mengalami penurunan daya beli bersama 10 provinsi lainnya, sementara 23 provinsi mengalami kenaikan NTP.

Kenaikan NTP tertinggi terjadi di Provinsi Maluku Utara, yaitu sebesar 3,50 persen, sedangkan penurunan NTP terbesar terjadi di Provinsi Bengkulu yaitu sebesar 2,16 persen. (Bisri)