Seluma, ewarta.co - Heboh, Karyawan PT. Agri Andalas (AA) di Kelurahan Dermayu, Kecamatan Air Periukan, mendadak heboh Rabu (5/12), salah satu karyawan, Eliyon Kanedi (45) warga Desa Air Periukan meninggal dunia tergilas mesin Kapstan (penarik lori).
Meskipun rekan korban telah berupaya melakukan pertolongan, namun tetap tidak dapat menahan korban masuk ke dalam lori, saat itu mesin Kapstan tersebut telah dimatikan.
Akibatnya korban terseret masuk ke dalam lori penggilas Kelapa Sawit, sehingga membuat korban luka dalam dengan mengeluarkan darah segar dari hidung dan telinga.
Walaupun upaya penyelamatan telah dilakukan oleh pihak perusahaan, dengan membawa korban ke RSMY Bengkulu, namun nyawa korban tidak dapat diselamatkan, akibat luka serius yang di alami.
Data terhimpun, kecelakaan kerja bermula saat korban menghidupkan mesin Kapstan penarik lori.
Naas saat menghidupkan mesin korban menggunakan sarung tangan dan saat mesin hidup, sarung tangan yang dikenakan tersangkut di tali penarik lori, sehingga korban tertarik dan terseret masuk ke dalam lori.
"Saat itu saya sedang absen tak jauh dari korban, sewaktu korban teriak, kami langsung mendatangi dan berusaha memberi pertolongan dengan mematikan mesin. Posisi korban saat itu telah masuk ke dalam lori," terang Ermansyah (33) rekan korban yang melihat persis insiden tersebut (5/12).
Saat berhasil kami keluarkan korban langsung dibawa ke Puskesmas Dermayu untuk mendapat perawatan medis, namun karena keterbatasan peralatan kemudian korban dirujuk ke RSMY Bengkulu.
"Korban meninggal saat dirawat di RSMY. Dia (korban,red) meninggal sekitar jam tiga sore," kata Ermansyah.
Kapolres Seluma AKBP. I Nyoman Mertha Dana, S. Ik melalui Kapolsek Sukaraja Iptu. Noviaska didampingi Kanit Intel Aipda Basir mengatakan pihaknya telah melakukan olah TKP terhadap insiden ini.
"Dari hasil olah TKP diduga bahwa insiden ini murni kecelakaan kerja karena kelalaian pelaku, jadi kita tidak memproses ini, namun barang bukti atau penyebab insiden tersebut telah kita amankan ke Mapolsek Sukaraja," kata Basir. (234)









