Bengkulu, eWARTA.co -- Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Bengkulu Eri Yulian Hidayat menyatakan jika tidak sepenuhnya pendidikan gratis melainkan hanya sumbangan pembinaan pendidikan (SPP).
Hal ini meluruskan pertanyaan masyarakat terkait Surat Edaran (SE) Gubernur Bengkulu atas SPP bagi pelajar SMA/SMK sederajat di Provinsi Bengkulu, tidak serta merta seluruhnya gratis.
“Dalam edaran yang ada hanya SPP yang gratis. Namun persepsi masyarakat salah dan menganggap jika pendidikan gratis, jadi tidak seperti itu, pendidikan tidak gratis,” kata Eri, Minggu (29/5/2022).
Ia menambahkan, pendidikan yang ada tetap membutuhkan uluran tangan masyarakat, donatur atau simpatisan. Hal ini agar sekolah yang ada bisa lebih maju dan memaksimalkan prestasi.
“Jika semuanya gratis dan tidak dilakukan pungutan atau sumbangan sekolah tidak akan maju, karena sekolah yang maju harus didukung dengan berbagai hal seperti sarana prasarana yang memadai,” ujar Eri.
Lebih lanjut, saat ini sekolah yang ada khususnya SMA/SMK masih banyak kekurangan guru dan banyak menggunakan jasa guru honorer yang tentunya membutuhkan dana untuk gaji, dalam komite sekolah perlu pengaggaran tersebut dan tidak menuntut kemungkinan sekolah membutuhkan tambahan selain dana komite.
“Tahun 2024/2025 banyak guru yang akan selesai tugas, juga ada guru dari luar daerah yang akan kembali. Jadi kita harapkan nantinya ada penambahan dan rekrutmen guru-guru yang produktif oleh BKD,” pungkas Eri. (Bisri)









