BLITAR,eWARTA.co -- Pemerintah Kabupaten (pemkab) Blitar melalui Dinas Komunikasi Dan Informatika menyelenggarakan Seminar dan workshop pembentukan pandu digital pendampingan implementasi digitalisasi di Kabupaten Blitar. Kegiatan tersebut bekerja sama dengan Relawan Tekhnologi Informasi Komunikasi (TIK) Kabupaten Blitar.
"Seminar ini untuk lanjutan setelah kemaren pembentukan Pandu digital, setelah itu bimtek seperti internet oke, layanan digital, UMKM dan lain lain, yang merupakan program dari kementrian Kominfo terutama Direktur Jendral Aplikasi Dan Informatika (Dirjen Aptika)," jelas Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Blitar.
Seminar digelar di Aula Wisata Edukasi Kampung Coklat. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Kominfo, Eko Susanto dan sebagai narasumber dari Dinas Pertanian dan pangan yang diwakilkan oleh Sekdin Ir. Nevi Setyabudiningsih.
Kadin memaparkan, ini merupakan program untuk pemberdayaan pendamping literasi digital, yang difasilitasi oleh Kementrian kominfo dengan yang disesuaikan dengan level level. Yang juga diselaraskan dengan program pemkab Blitar yang diimplementasikan dengan digitalisasi desa.
"Dengan dibentuknya Pandu digital ini bisa menjadi pioner perubahan didesa dengan menginisiasi pelayanan digital dengan mengusulkan ke desa dan UMKM bisa beralih kepada marketing online.
Dari hasil bimtek ini nantinya diharapkan bisa masuk dalam on the board jaringan jual beli online. Sedangkan pariwisata sekarang ini promonya tidak hanya manual saja tetapi secara online juga,"jelasnya.
Bagi desa wisata, pandu digital akan mempromosikan secara online, seperti bagaimana menawarkan homestay, menawarkan paket wisata sehingga bisa merubah mindset dalam memasarkan sesuatu dan menambah kesejahteraan masyarakat meningkat.
Untuk rekrutmen peserta Workshop, menurut Eko diserahkan pada Relawan TIK, dimana di setiap kecamatan ada relawannya yang membuka pendaftaran untuk menjadi pandu digital.
"Peserta workshop ini semua relawan yang mempunyai kepedulian terhadap perubahan desanya, yang punya sense of belonging pada desanya,"ujar Kadin pertanian dan pangan. (adv/kmf/bas)









