BENGKULU, eWarta.co — Pemerintah Kota Bengkulu melalui Dinas Sosial menyalurkan bantuan stimulan berupa beras, sembako, dan susu kepada Ida, seorang janda yang menghidupi empat anak di Kelurahan Panorama, Kecamatan Singaran Pati, Kota Bengkulu.
Bantuan tersebut diberikan setelah pemerintah mendapat informasi mengenai kondisi ekonomi keluarga Ida yang membutuhkan perhatian. Penyaluran ini juga menjadi tindak lanjut arahan Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi dan Wakil Wali Kota Ronny Tobing agar masyarakat dalam kondisi rentan mendapat perhatian pemerintah.
Mewakili Wali Kota Bengkulu, Asisten I Pemkot Bengkulu Alex Periansyah bersama Kepala Dinas Sosial Afriyenita dan jajaran turun langsung melihat kondisi keluarga Ida pada Jumat (11/9). Mereka didampingi Sekretaris Dinas Sosial Iryana, Kepala Bidang Linjamsos Denny Apriansyah, Kepala Bidang Rehsos Irwansyah, Kepala Bidang Fakir Miskin Fatimah Zuhro serta Lurah Panorama Sumardi.
Afriyenita mengatakan, berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial, Ida berada pada Desil 2. Posisi tersebut menunjukkan keluarga Ida masuk dalam kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan rendah dan menjadi salah satu kelompok yang diprioritaskan dalam program bantuan pemerintah.
“Ibu Ida saat ini berada dalam peringkat kesejahteraan Desil 2, yang artinya termasuk dalam kategori miskin dan menjadi salah satu prioritas penerima bantuan program pemerintah,” ujar Afriyenita.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan membiayai pendidikan anak-anaknya, Ida sehari-hari bekerja sebagai pedagang kerupuk keliling. Kondisi ekonomi yang terbatas membuat beban Ida semakin berat karena seluruh kebutuhan keluarga harus dipenuhi dari penghasilan tersebut.
Selain persoalan ekonomi, salah satu anak Ida yang berusia empat tahun juga membutuhkan perhatian khusus karena terindikasi mengalami masalah gizi. Anak tersebut diketahui memiliki berat badan sekitar tujuh kilogram.
Dinas Sosial Kota Bengkulu akan berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, termasuk Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bengkulu, untuk memastikan kondisi anak tersebut mendapat penanganan lebih lanjut.
“Hal ini akan kita koordinasikan dengan OPD terkait, termasuk Baznas Kota Bengkulu terkait Jadup, serta mengenai kondisi gizi dan risiko stunting agar bisa mendapatkan perhatian serta penanganan lebih lanjut,” kata Afriyenita.
Pemerintah Kota Bengkulu menegaskan bantuan tersebut tidak hanya ditujukan untuk meringankan kebutuhan pangan keluarga Ida, tetapi juga menjadi langkah awal untuk menghubungkan keluarga tersebut dengan layanan sosial yang sesuai. Pemerintah juga akan memantau kondisi keluarga agar persoalan yang dihadapi dapat ditangani secara lebih menyeluruh.










