Bengkulu, eWarta.co -- Dinas Sosial Kota Bengkulu menegaskan bahwa Program Keluarga Harapan (PKH) menjadi ujung tombak dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kepala Dinas Sosial Kota Bengkulu, Afriyenita mengatakan, kerja pendamping PKH harus dilakukan secara profesional dan berorientasi pada perubahan sosial yang berkelanjutan, salah satunya melalui penyuksesan program Sekolah Rakyat dan pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Selain itu, ia meminta para pendamping PKH terus menyosialisasikan kepada masyarakat bahwa bantuan sosial (bansos) bersifat sementara sehingga penerima manfaat diharapkan dapat segera mandiri.
“Bansos bukan selamanya, bansos maksimal diberikan lima tahun saja bagi KPM aktif, kecuali bagi penyandang disabilitas berat dan lansia tidak produktif,” ujarnya.
Afriyenita juga meminta para pendamping untuk menjaring siswa yang layak mengikuti program Sekolah Rakyat, yakni sekolah berasrama gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem.
“Tugas pendamping adalah mengidentifikasi dan merekomendasikan anak-anak yang layak. Pastikan prosesnya transparan, datangi langsung rumahnya,” katanya.
Dalam upaya memastikan data sosial tetap akurat, para pendamping juga diminta aktif melakukan Ground Checking DTSEN melalui verifikasi dan validasi data di lapangan.
“DTSEN yang akurat hanya bisa terwujud jika pendamping benar-benar terlibat dalam pengecekan langsung bersama-sama pemerintah daerah. Kita bantu BPS dalam proses pemutakhiran data yang kini dilakukan setiap tiga bulan,” tutupnya.









