DKP Dorong Nelayan Bengkulu Mandiri

 

Bengkulu, eWarta.co - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu melaui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Bengkulu terus mendorong seluruh nelayan yang ada di wilayah Bengkulu untuk mandiri dengan mengoptimalkan memberikan berbagai layanan yang mempermudah para nelayan untuk berkembang lebih baik lagi. 

"Tahun ini DKP provinsi bengkulu sesuai petunjuk dan arahan gubernur kita membuat proses dan mendorong nelayan untuk mandiri dengan kita support terus baik dari segi pembuatan NIB, KUB, alat tangkap hingga kegiatan budidaya," kata Kepala DKP Provinsi Bengkulu, Syafriandi,SE.,ST.,M.Si, Selasa (21/2). 

Dirinya juga menghimbau bagi para nelayan untuk segera mengurus kebutuhannya baik dalam mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB), Kelompok Usaha Bersama (KUB) atau lainnya dapat secara langsung datang ke unit pelayanan terpadu daerah (UPTD) Pelabuhan Perikanan (PPI) yang ada di Pelabuhan Pulau Baai Kota Bengkulu atau mengunjungi langsung dinas DKP di wilayahnya masing-masing. Para nelayan yang ada akan dilayani kebutuhannya secara gratis. 

"Untuk NIB dan lainnya bisa di UPTD PPI Pulau Baai. Silakan datang ke lokasi atau ke dinas DKP melaui kabid tangkap, nanti kami akan uruskan dan para nelayan tidak perlu mengurus sendiri," imbuhnya. 

Syafriandi juga mengharapkan tahun ini semua kegiatan dan program-program dapat berjalan dengan baik dan tepat sasaran. Untuk program atau kegiatan belum maksimal dijalankan akan didorong bulan Februari ini untuk mulai dijalankan. 

Salah satu program yang akan dioptimalkan oleh DKP Provinsi Bengkulu yakni program budidaya bioflok atau budidaya perikanan yang memanfaatkan keterbatasan lahan dan rekayasa lingkungan dengan mengandalkan pasokan oksigen dan lainnya dalam budidaya ikan. 

"Program ini akan dimulai pada APBD perubahan tahun ini, sehingga pada tahun 2024 sudah bisa panen. Sebelum APBD perubahan program budidaya ini sudah ada tapi belum maksimal, kita akan maksimalkan di APBD perubahan dan APBD murni 2024," sampai Syafriandi. 

Dalam program budidaya ikan melalui bioflok ini pihaknya berfokus pada budidaya ikan air tawar juga termasuk budidaua udang vaname. 

Tercatat saat ini rogram budidaya bioflok binaan DKP Provinsi Bengkulu baru ada sekitar 50 bioflok yang tersebar di kabupaten Bengkulu Tengah, Bengkulu Utara, Rejang Lebong dan Kabupaten Lebong. 

Syafriandi memaparkan, program yang dijalankan tersebut ditujukan kepada masyarakat yang layak dan sasaran kepada para masyarakat pembudidaya, termasuk yang belum memiliki NIB, KUB atau akta notaris. Dalam hal ini pihak DKP akan membantu masyarakat atau nelayan yang ada untuk membuatnya secara gratis. 

"Dalam program ini nantinya bibit ikan akan kita beri plus pakan untuk pemula atau tahap awal budidaya sebelum panen," pungkasnya.(gju)