Bengkulu - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bengkulu menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Bengkulu harus segera mengambil langkah-langkah konkret terkait kondisi pendidikan, terutama di daerah-daerah tertinggal di wilayah provinsi tersebut.
Ketua Komisi I DPRD Provinsi Bengkulu, Dempo Xler, menyatakan bahwa situasi pendidikan di desa-desa tertinggal memerlukan tindakan lebih lanjut dari pemerintah. Keberadaan kebijakan yang belum merata dan belum memenuhi kebutuhan masyarakat, seperti anak sekolah yang harus menempuh jarak jauh dan guru yang tidak konsisten hadir, menjadi perhatian serius.
"Kami menemukan sejumlah masalah, seperti sekolah dengan infrastruktur yang tidak lengkap dan sekolah yang tidak diminati masyarakat karena kualitasnya rendah. Semua permasalahan ini seharusnya mendorong pemerintah daerah untuk bertindak nyata dalam menanggulangi masalah pendidikan," tegas Dempo pada 19 November.

Sebagai solusi, Dempo mengusulkan peningkatan alokasi anggaran pendidikan, pelatihan bagi guru, dan peningkatan kualitas infrastruktur sekolah. Dengan langkah-langkah ini, sektor pendidikan diharapkan dapat mengalami kemajuan dan merata di seluruh wilayah.
"Di tingkat legislatif, kami mendorong pemerintah untuk mengalokasikan anggaran yang lebih besar untuk pendidikan karena pendidikan merupakan kunci utama," tambahnya.









