BENGKULU, eWarta.co – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Laskar Gibran Provinsi Bengkulu kembali menunjukkan kepedulian dan empati terhadap sesama anggota. Ketua DPW Laskar Gibran Bengkulu Ujang Kusnadi bersama sejumlah anggota menjenguk keluarga salah satu anggota yang tengah mengalami musibah di Rumah Sakit Umi, Kota Bengkulu, Minggu (8/3/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memberikan dukungan moril kepada istri dari salah satu anggota KSB Laskar Gibran yang baru saja menjalani proses persalinan. Diketahui, bayi yang dikandung mengalami kelainan sejak dalam kandungan dan lahir dalam kondisi prematur.
Dalam peristiwa tersebut, bayi yang dilahirkan tidak dapat diselamatkan dan meninggal dunia. Meski demikian, kondisi sang ibu dilaporkan dalam keadaan sehat dan selamat setelah mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.
Ketua DPW Laskar Gibran Bengkulu Ujang Kusnadi mengatakan, kehadiran dirinya bersama anggota merupakan bentuk kepedulian serta dukungan moril kepada keluarga yang sedang mengalami masa sulit.
“Kami datang untuk memberikan dukungan dan semangat kepada keluarga anggota kami yang sedang mendapat ujian. Ini adalah bentuk kebersamaan dan kepedulian keluarga besar Laskar Gibran,” ujarnya.
Ia menambahkan, meskipun bayi yang dilahirkan tidak dapat diselamatkan, pihaknya tetap bersyukur karena kondisi sang ibu dalam keadaan sehat setelah menjalani proses persalinan.
“Kami turut berduka atas meninggalnya bayi tersebut. Namun kami juga bersyukur karena ibunya dalam keadaan sehat. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi ujian ini,” lanjutnya.
Menurutnya, kehadiran pengurus dan anggota Laskar Gibran di rumah sakit merupakan bentuk solidaritas organisasi, khususnya ketika ada anggota yang sedang menghadapi musibah atau kesulitan.
“Kami ingin menunjukkan bahwa Laskar Gibran bukan hanya sebuah organisasi, tetapi juga keluarga besar yang saling peduli satu sama lain. Ketika ada anggota yang mengalami kesulitan, kami berusaha hadir untuk memberikan dukungan,” katanya.
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi wujud kebersamaan dan solidaritas antaranggota, serta memperkuat rasa persaudaraan di dalam organisasi. Dengan adanya dukungan dari sesama anggota, diharapkan keluarga yang sedang berduka dapat merasa lebih kuat dalam menghadapi cobaan tersebut.









