Ekonomi Bengkulu Triwulan III Alami Kontraksi

 

BENGKULU,eWARTA.co -- Badan Pusat Statistik (BPS) provinsi Bengkulu merilis pertumbuhan ekonomi Provinsi Bengkulu triwulan III-2021 di mana periode ini pertumbuhan ekonomi mengalami kontraksi sebesar 2,08 persen.

Kepala BPS Bengkulu Win Rizal mengatakan kontraksi ini berdampak pada struktur PDRB Provinsi Bengkulu yang mana atas dasar harga berlaku tidak menunjukkan perubahan berarti. 

"Kontraksi pertumbuhan terjadi di delapan lapangan usaha, sementara sembilan lapangan usaha lainnya mengalami pertumbuhan," kata Rizal, Minggu (7/11/21). 

Tiga lapangan usaha yang mengalami kontraksi tertinggi adalah transportasi dan pergudangan sebesar minus 12,41 persen; administrasi pemerintahan sebesar minus 6,75 persen; dan jasa lainnya sebesar minus 5,24 persen. 

Lalu tiga lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah Pertambangan dan Penggalian sebesar 9,81 persen; Konstruksi sebesar 6,71 persen; dan jasa kesehatan dan kegiatan sosial sebesar 6,48 persen.

Perekonomian Provinsi Bengkulu berdasarkan besaran produk domestik regional bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku triwulan III-2021 mencapai Rp19,88 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 11,89 triliun.

Perubahannya terhadap produk domestik regional bruto (PDRB) didominasi oleh Komponen PK-RT yang mencakup lebih dari separuh PDRB Bengkulu yaitu sebesar 59,21 persen; diikuti oleh Komponen PMTB sebesar 40,24 persen; ekspor barang dan jasa sebesar 36,92 persen; Komponen PK-P sebesar 18,03 persen; Komponen PK-LNPRT sebesar 2,12 persen; dan Komponen Perubahan Inventori sebesar 0,55 persen.

"Sementara itu, komponen impor barang dan jasa sebagai faktor pengurang dalam PDRB memiliki peran sebesar 57,07 persen," pungkas Kepala BPS. (Bisri)