SELUMA, eWarta.co -- Rehab Gedung sekolah SMP Negeri 22 Seluma di Desa Lubuk Resam, Kecamatan Seluma Utara terkendala jalan rusak untuk memasukkan material bangunan dan belum di bayarnya gaji tukang.
Stagnannya rehab Gedung tersebut sudah sampai ke telinga Anggota DPRD Kabupaten Seluma, Binanto, S.Pd. Binanto mengetahui hal tersebut setelah adanya laporan dari masyarakat.
Menurut Binanto, salah satu faktor utama terhentinya pekerjaan tersebut adalah kondisi akses jalan menuju lokasi alami rusak berat, sehingga menyulitkan mobilisasi material bangunan. Ia pun meminta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Seluma untuk turun langsung meninjau lokasi, bukan hanya mengandalkan laporan staf.
"Jalan rusak menjadi penyebab mandegnya pembangunan di SMPN 22 Seluma karena material sulit masuk ke lokasi. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan harus cek langsung dan tahu kendala sesungguhnya. Sangat disayangkan jika bangunan yang dibiayai uang negara senilai lebih dari Rp2 miliar mandek begitu saja," Sampainya, Rabu (15/10/2025).
Dijelaskan, dengan jalan yang dilaui untuk membawa material bahan bangunan mengalami rusak berat dan cukup ekstrem sehingga bahan bangunan harus diangkut mengunakan mobil doble gardan yang sudah dimodifikasi, sehingga biaya angkut memakan biaya yang cukup tinggi.
Saat ini rehab Gedung SMP N 22 baru mencapai 30 persen. Siswa siswi yang ruang belajarnya masih dalam perehaban untuk belajar masih menumpang di SD Negeri Lubuk Resam karena ruang kelas baru belum bisa digunakan.
"Sekarang progres pembangunan paling tinggi baru 30 persen. Untuk menuju ke Lubuk Resam, kendaraan biasa tidak bisa masuk, harus 4x4 dan memakai rantai. Dinas Pendidikan harus turun tangan mencari solusi agar pembangunan bisa selesai tepat waktu," Sambungnya.
Tak hanya soal terhambatnya material bangunan, Binanto juga menyoroti masalah upah pekerja yang belum dibayarkan. Hal ini menyebabkan sejumlah tukang memilih mundur dari pekerjaan.
"Saya dapat laporan banyak tukang belum dibayar dan akhirnya berhenti. Ini harus segera ditelusuri. Dinas Pendidikan jangan hanya diam, harus cek dan awasi langsung. Ini uang negara, jangan sampai pembangunan yang dinantikan warga Seluma justru menjadi masalah,"tutupnya. (Rns)









