Gandeng UKRI, Pemkab Jember Meluncurkan Inkubator Agribisnis di Jenggawah

Create: Tue, 21/07/2026 - 21:48
Author: Redaksi

 

JEMBER, eWarta.co — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember mengambil langkah konkret dalam mendorong hilirisasi sektor pertanian. Bupati Jember, Muhammad Fawait (Gus Fawait), bersama Fakultas Pertanian Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI) resmi meluncurkan Inkubator Agribisnis di Kecamatan Jenggawah, Senin (21/7/2026).

​Program strategis ini dirancang untuk memperkuat rantai nilai komoditas pertanian, khususnya jagung, melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah daerah, akademisi, Kementerian UMKM, pihak swasta (PT Syngenta dan PT YKB Merah Putih), perbankan, hingga kelompok tani.

​Bupati Gus Fawait menegaskan bahwa tantangan utama sektor pertanian saat ini bukan lagi sekadar memacu volume produksi, melainkan menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.

​"Tantangan kita hari ini bukan hanya meningkatkan hasil produksi, melainkan bagaimana hasil tani mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar melalui hilirisasi, pengembangan UMKM, dan pembukaan lapangan kerja," ujar Gus Fawait, Senin (21/7/2026).

​Ia menambahkan, Pemkab Jember membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan perguruan tinggi sebagai mitra strategis untuk menghadirkan inovasi tepat guna. Targetnya, Jember mampu menjadi percontohan nasional dalam pengembangan agribisnis berbasis inovasi.

​Sementara itu, Dekan Fakultas Pertanian UKRI, M. Arief A. Bisma, menjelaskan bahwa Inkubator Agribisnis ini didesain sebagai ekosistem kolaboratif utuh, bukan sekadar program pendampingan teknis.

​"Inkubator ini menghubungkan seluruh rantai agribisnis, mulai dari budidaya, proses hilirisasi, akses pembiayaan, hingga pemasaran. Fokus awal kami diarahkan pada hilirisasi jagung guna mencetak agropreneur muda dan menumbuhkan UMKM pangan baru," jelas Arief.

​Inisiatif kolaboratif ini bertumpu pada tujuh pilar utama: pendampingan budidaya, hilirisasi komoditas unggulan, pengembangan UMKM, peningkatan kapasitas petani, kemudahan akses pembiayaan, kemitraan usaha, dan perluasan pasar.

​Melalui ekosistem terpadu ini, Kabupaten Jember diproyeksikan menjadi model pembangunan agribisnis inklusif yang mampu menggerakkan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan para petani.

​(Hafit)