KEPAHIANG, eWarta.co – Wajah perkotaan Kabupaten Kepahiang dipastikan akan berubah lebih bersih dan asri. Di bawah komando Bupati H. Zurdi Nata, S.I.P., Pemerintah Kabupaten Kepahiang resmi meluncurkan Jaringan Angkutan Sampah Terintegrasi. Inovasi ini dirancang untuk memastikan tidak ada lagi sampah yang menumpuk di sudut-sudut kota.

Sistem baru ini bekerja dengan pola jemput bola: sampah diambil langsung dari depan pintu rumah warga hingga berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
Untuk menyukseskan program ini, Pemkab Kepahiang membentuk Kelompok Usaha Bersama (KUB) di tingkat RT. Teknisnya sangat efisien:
Penjemputan Mandiri: Petugas KUB menyisir pemukiman setiap hari menggunakan 14 unit armada motor roda tiga yang telah dirancang khusus.
Transit Kelurahan: Sampah dikumpulkan di titik penampungan sementara tingkat kelurahan.
Pengangkutan Masif: Truk sampah dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHKP) langsung mengangkut sampah dari kelurahan menuju TPA tanpa jeda lama.
“Pengangkutan sampah terintegrasi ini wajib terlaksana. Semua pihak harus bergerak sesuai komitmen agar permasalahan kebersihan perkotaan segera tuntas secara konsisten,” tegas Bupati Zurdi Nata saat peluncuran armada.
Bupati tidak main-main dalam urusan kebersihan. Ia menginstruksikan Camat, Lurah, hingga Ketua RW/RT untuk melakukan pengawasan ketat secara berjenjang. Tujuannya adalah membentuk budaya kerja baru bagi petugas lapangan agar tidak ada lagi celah bagi sampah untuk menumpuk seperti tahun-tahun sebelumnya.
Isu kebersihan merupakan janji manis pasangan Zurdi Nata – Abdul Hafizh yang langsung dibuktikan pasca dilantik pada 20 Februari 2025 lalu. Dalam program 100 Hari Kerja, ada tiga langkah nyata yang telah dilakukan;
* Integrasi Angkutan: Menghubungkan jalur sampah dari rumah warga ke TPA.
* Penataan Pasar: Melakukan tindakan tegas dan berani dengan membongkar lapak PKL di trotoar dan bahu jalan demi mengembalikan fungsi jalan utama.
* Kerapihan Jantung Kota: Menata pusat ekonomi agar estetika kota terjaga.
“Kita ingin merapikan Pasar Kepahiang. Tindakan tegas harus dilakukan agar jantung kota kita indah dan rapi, karena ini adalah pusat perekonomian masyarakat,” pungkas Zurdi Nata. (Arn)









