Gelar Donor Darah Massal, BI Bengkulu dan PMI Kumpulkan Puluhan Kantong Darah

 

BENGKULU, eWarta.co – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Bengkulu bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bengkulu menggelar aksi sosial donor darah massal. Aksi kemanusiaan yang berlangsung di kantor BI Bengkulu ini melibatkan peserta dari kalangan perbankan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), insan media, hingga pegawai internal Bank Indonesia, Senin (18/5/2026).

Foto, ewarta.co

​Program sosial ini menjadi bentuk nyata kepedulian Bank Indonesia dalam mendukung ketersediaan stok darah bagi pasien yang membutuhkan transfusi di berbagai rumah sakit di Provinsi Bengkulu.

​Kepala Perwakilan BI Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, mengatakan bahwa kegiatan ini kembali digalakkan setelah sempat vakum cukup lama. Ia mengungkapkan, kebutuhan darah di Bengkulu saat ini masih sangat tinggi, sementara ketersediaan stok di PMI cenderung terbatas.

​"Alhamdulillah kegiatan donor darah kembali dapat dilaksanakan. Kami sengaja mengajak teman-teman perbankan, OJK, dan wartawan untuk bersama-sama bergerak, karena kebutuhan darah di Bengkulu hingga kini masih cukup tinggi," ujar Wahyu.

​Berdasarkan data yang ada, permintaan darah melalui PMI Kota Bengkulu mencapai lebih dari 1.500 kantong setiap bulannya. Kebutuhan mendesak ini salah satunya dipicu oleh banyaknya pasien yang membutuhkan transfusi darah rutin, seperti anak-anak penderita thalasemia yang harus menjalani transfusi setiap dua minggu sekali.

​"Kalau bukan kita yang membantu, lalu siapa lagi. Donor darah ini bukan hanya sekadar membantu sesama yang sedang berjuang, tetapi juga bagian dari gaya hidup sehat untuk menjaga peredaran darah kita sendiri," tambahnya.

​Sebagai bentuk apresiasi dan penyemangat, Bank Indonesia juga membagikan suvenir menarik kepada para pendonor yang hadir. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua PMI Kota Bengkulu Iryanka, serta jajaran manajemen BI Bengkulu termasuk Manajer Humas, Tulus, beserta Tim.

​Di sisi lain, Ketua PMI Kota Bengkulu, Iryanka, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif dan dukungan dari Bank Indonesia. Ia mengakui bahwa kesadaran masyarakat untuk mendonorkan darah secara rutin memang masih perlu terus dipacu melalui edukasi dan sosialisasi yang masif.

​"Edukasi harus terus ditingkatkan. Banyak masyarakat yang sebenarnya ingin mendonor, tetapi belum paham manfaatnya bagi kesehatan tubuh dan sesama. Padahal ini sangat bagus untuk regenerasi sel darah kita," kata Iryanka.

​Ia menjelaskan, tingginya permintaan darah di Kota Bengkulu terjadi karena fasilitas kesehatan di wilayah ini juga melayani banyak pasien rujukan dari berbagai kabupaten tetangga, seperti Rejang Lebong (Curup), Kepahiang, hingga Bengkulu Utara.

​Untuk menyiasati keterbatasan stok yang sering kali langsung habis tersalurkan, PMI Kota Bengkulu kini gencar melakukan strategi jemput bola dengan menyambangi berbagai instansi pemerintah, swasta, lembaga, hingga komunitas masyarakat.

​Melalui sinergi kuat antara BI, OJK, media, dan PMI ini, diharapkan budaya donor darah dapat makin mengakar di tengah masyarakat Bengkulu, baik sebagai pemenuhan aksi sosial maupun sebagai bagian dari pola hidup sehat yang berkelanjutan. (**)