Gerakan Cerdas Memilih Menjadi Simbol dan Peran Serta Media Pada Negara

 

BENGKULU, ewarta.co -- Gerakan Cerdas Memilih RRI, hari ini digelar serentak di seluruh Indonesia. Di RRi Bengkulu agenda GCM digelar di auditorium dengan menghadirkan para pemilih muda di Bengkulu, baik pelajar SMA dan mahasiswa.

Menghadirkan narasumber dari KPU Kota Bengkulu Anggi Stephensent, Anggota DPRD Provinsi Bengkulu Dempo Xler dan Presiden Mahasiswa Universitas Hazairin (Unihaz) Seli Meiniarti. Kepala Stasiun RRI Bengkulu M. Bugi Hidayat mengatakan 60 persen pemilih pada pemilu 2024 mendatang adalah pemilih pemula.

Dalam data mereka adalah masyarakat usia 17 hingga 55 tahun. Pemilih pemula terdiri dari pelajar, mahasiswa, hingga pensiunan kelompok yang sebelumnya tidak pernah memilih karena pekerjaan mereka.

Seperti, pensiunan kepolisian, TNI, atau pensiunan dari lembaga negara yang sebelumnya tidak memilih. Namun ia menyebut jika RRI berfokus pada edukasi bagi para pemilih muda dan pemilih pemula yang masih berusia muda.

Anak muda zaman ini menurut Bugi perlu mendapatkan informasi yang baik dan jernih agar mengerti tentang pemilu. Apalagi pemilu Februari 2024 nanti akan memilih anggota legislatif kabupaten kota, provinsi dan pusat. Termasuk juga memilih presiden dan wakil presiden.

"secara total pemilih pemula itu 60 persen atau bisa mencapai 114 juta. Dari jumlah itu mayoritas pemilihnya adalah masyarakat yang cenderung berusia muda, merekalah sasaran edukasi kita" ucap Bugi (31/5/2023).

Bugi Hidayat mengatakan kegiatan Gerakan Cerdas Memilih ini merupakan implementasi dari amanat UU dan negara kepada RRI. Yakni menyampaikan informasi yang akurat dan tepat selain fungsinya sebagai hiburan.

Ia mengatakan RRI berkomitmen ikut serta mensukseskan pemilu 2024. Karena pemilu merupakan hajatan 5 tahunan bangsa Indonesia yang akan menentukan kemajuan negara Indonesia.

Sementara Asisten 1 Pemerintah dan kesejahteraan Raknyat Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu Drs. Khairil Anwar,M.SI mengatakan informasi terkait pemilu ini terus digaungkan membuat masyarakat semakin paham dan peran pemuda disini sangat menentukan arah kebijakan negara.

Generasi muda sekarang dituntut harus aktif dan cerdas dalam pemilu tersebut, memberikan hak suaranya dan menjadi kontrol dalam pengawasan tahapan pemilu, dikatakannya saat menghadiri acara gerakan cerdas memilh yang diprogramkan RRI Bengkulu tadi pagi.

“Pemerintah ikut mengawasi dan mengingatkan terutamapara ASN dilingkungan Pemerintah kabupaten agar tidak berpolitik Praktis, dan bagi bagi generasi muda hendaknya menggunakan hak pilih dengan baik, hak suara yang sangat menentukan arah kebijakan lima tahun kedepan pada pemilu 2024 mendatang,” Ungkap Khairil Anwar.

Senada, Komisioner KPU Kota Bengkulu Anggi Stepensen mengapresiasi agenda Gerakan Cerdas Memilih RRI. Ia mengatakan RRI telah sangat membantu kerja KPU dalam hal sosialisasi.

Menurutnya, media lain di Bengkulu harus melakukan hal serupa. Agar partisipasi masyarakat dalam pemilu bisa semakin bertambah baik.

Ia menyebut dorongan dari banyak pihak agar memilih pada pemilu mendatang akan menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat untuk memilih.

Hal itu karena nantinya penentu arah pembangunan dan kemajuan bangsa, ada ditangan setiap masyarakat.

"Gerakan memilih cerdas ini sangat inspiratif, karena memang para pemilih harus cerdas. Lihat rekam jejaknya, lihat perbuatannya dimasyarakat lalu pilihlah dengan hati," ujar Stepensen.

Gerakan cerdas memilih ini jika terus didengungkan ujarnya mampu menekan money politik. Karena tujuan dari gerakan ini adalah menghasilkan pemilih yang cerdas, bukan pemilih yang hanya memilih jika diberi uang.

Masyarakat Indonesia khususnya Bengkulu harus pandai, karena jika memilih didasarkan paksaan atau karena uang, maka pilihan itu dipastikan merupakan pilihan yang salah. Ia mengharapkan agar agenda serupa Gerakan Cerdas Memilih semakin intens dilakukan RRI.

Dibagian lain Dempo Xler mengatakan masyarakat Indonesia khususnya Bengkulu harus pandai, karena jika memilih didasarkan paksaan atau karena uang, maka pilihan itu dipastikan merupakan pilihan yang salah.

Ia mengharapkan agar agenda serupa GCM semakin intens dilakukan RRI. Selain itu dari jumlah persentase tersebut mayoritas pemilihnya adalah generasi muda sehingga Pemilu ini menjadi sebuah momentum dan bonus demografi untuk mengubah Indonesia EMAS.

Tentu hal itu harus dibarengi dengan memilih calon pemimpin yang memiliki latarbelakang yang baik. Para pemimpin yang baik tentu harus memiliki riwayat dan visi misi untuk membawa perubahan pada Indonesia beberapa tahun kedepan.

Demikian halnya, Seli, yang berharap agar sosialisasi dan pendidikan politik menyasar pada lingkup sekolah-sekolah juga kampus agar yang belum paham tentang makna memilih pada Pemilu dapat menjadi tahu bahwa masa depan Indonesia di tangan para pemuda. (*)