BENGKULU,eWARTA.co -- Dianggap sukses dan berhasil menginspirasi, program Gerakan Peduli Anak Yatim (GPY) yang digagas Helmi Hasan akan dibawa ke level gubernur. Helmi yang saat ini mencalonkan diri sebagai Gubernur Bengkulu, meletakkan program ini diantara program 20 kunci bahagia Helmi - Muslihan.
Program GPY sebelumnya direalisasikan di Kota Bengkulu saat Ketua DPW PAN Bengkulu ini menjabat sebagai walikota. Program yang cukup fenomenal ini dikenal dan berhasil menjadi inspirasi di banyak daerah. Salah satunya program 'PENTATIM' milik Kota Tanjung Balai, Sumatera Utara. Program ini digagas oleh Walikota Tanjung Balai, H.M Syahrial, Januari lalu.
Program ini juga mendapat respon positif dari salah satu warga non muslim di Kota Bengkulu, Dameria Matondang. Ibu dari Gloria, salah satu anak asuh Helmi Hasan ini mengaku program GPY berhasil membantu banyak orang.
"Ini program yang positif dengan memberi manfaat dan kebahagiaan kepada anak yatim," kata Dameria belum lama ini.
Sebagai seorang non muslim, Dameria memuji Helmi Hasan yang menurutnya tidak membedakan suku dan agama dalam membantu masyarakat. Ia berharap program ini dapat berlanjut saat Helmi berhasil menduduki kursi gubernur.
"Dari program ini tentunya kami berharap apabila ia menjadi Gubernur nanti makin banyak anak yatim yang memiliki harapan sama seperti anak-anak yatim lainnya untuk mendapatkan kebahagiaan," ujar Dameria.
Hal senada juga diungkapkan Margaretta warga Kecamatan Ratu Samban. Ia menginginkan Gerakan Peduli Anak Yatim dapat terealisasi di Provinsi Bengkulu. Program ini untuk ditularkan di Provinsi Bengkulu, tentunya makin banyak anak-anak yatim di Bengkulu mendapat kebahagiaan melalu program ini.
"Ini sebuah hal yang mulia. Semoga program ini dapat berjalan baik agar tidak ada lagi anak yatim merasakan kesusahan," jelas Margaretta.
Untuk diketahui, Gerakan Peduli Anak Yatim ini ditujukan untuk membahagiakan anak anak yatim agar bahagia meskipun telah ditinggal orangtuanya. Program ini digagas sebagai wujud kepedulian pemerintah terhadap anak yatim serta mengajak seluruh elemen masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi lebih untuk berpartisipasi dalam gerakan peduli yatim contohnya ialah para pejabat maupun ASN yang bekerja di Pemerintahan.
Pada masa Helmi memimpin Kota Bengkulu dari 1.400 anak yatim hampir semuanya telah memiliki orangtua asuh. Seluruh elemen masyarakat yang memiliki ekonomi lebih turut membantu Pemkot saat itu. Karena semua bertanggungjawab atas seluruh anak yatim yang ada di Kota Bengkulu.
Tak hanya sampai situ saja, program yang digagas Helmi-Muslihan ini nantinya juga untuk membantu anak yatim dalam pendidikan. Nantinya yang akan bertanggungjawab mengangkat anak yatim nanti juga akan bertanggungjawab dalam biaya sekolah maupun kelangsungan hidup anak yatim yang diasuhnya. Misalnya, setiap bulannya menyisihkan penghasilannya untuk membantu anak yatim minimal Rp. 100 ribu dan kebutuhan kebutuhan lainnya. (**)









